Tekuk Belgia 2-1, Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.
Ilustrasi siswa sekolah dasar (SD). (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA- Tak ada lagi siswa di DIY yang tinggal kelas atau tidak naik kelas. Tidak hanya di tingkat pendidikan dasar (dikdas) tetapi juga pendidikan menengah (dikmen) seperti SMA/SMK.
Kebijakan ini akan digulirkan setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengevaluasi pelaksanaan program tersebut pada tingkat dikdas.
“Mulai tahun ajaran mendatang, tidak boleh ada siswa yang tinggal kelas atau tidak naik kelas di tingkat SD. Program ini bisa diberlakukan juga untuk tingkat SMA/SMK," ungkap Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji di kantornya, Senin (10/2/2014).
Menurut Aji, kebijakan tersebut diterapkan karena nilai kognitif atau akademik siswa seharusnya tidak menjadi penentu tunggal kenaikan kelas atau kelulusan siswa. Nilai afektif dan psikomotorik siswa seharusnya juga dipertimbangkan untuk penilaian raport atau kelulusan.
“Tugas guru yang harus memahami standar proses pembelajaran siswa yang berbeda satu dengan lainnya. Karakter dan kompetensi siswa yang tidak sama satu dengan lainnya bukan jadi alasan guru untuk menyamaratakan pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, guru harus memperlakukan anak secara individu. Sebab, mereka memiliki karakter sendiri-sendiri. Kalau ada anak yang tidak bisa naik, tegas Aji, maka yang salah adalah guru dalam mengajar dan bukan siswa tersebut.
Bila ada siswa yang tidak mampu menyamai kompetensi siswa lainnya, kata Aji, maka guru harus memberikan pembelajaran khusus atau melakukan pengayaan pembelajaraan. Sebab standar pembelajaran yang diajarkan merupakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
"Guru harus benar-benar memastikan siswa sudah menyelesaikan materi, bukan sekadar naik tanpa tuntas KKM. Penilaian raport tak hanya dari sisi akademik tetapi juga ketrampilan dan perilaku," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 mencapai 92,54%. Pembebasan lahan Akses Bokoharjo juga 99,38% dan dikebut untuk Nataru 2026/2027.
Disnakertrans Bantul mulai sosialisasi padat karya BKK DIY di 124 lokasi. Setiap kelompok mendapat anggaran Rp100 juta untuk perluasan kerja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.