GEDHADHE DAB : Salah Jemput

Jum'at, 21 Juni 2013 12:10 WIB
GEDHADHE DAB : Salah Jemput

Sebagai seorang sopir pribadi, John Koplo terkenal gesit dan cekatan. Suatu kali, Koplo ditugasi majikannya, Den Baguse, menjemput keluarga dari luar Jawa di Bandara Adisutjipto, Jogja.

“Pak Koplo, tolong nanti siang jam 1 jemput saudara saya ya?. Ini nomor hape-nya. Orangnya gemuk, ada tahi lalat besar di hidung, namanya Tom Gembus”, ujar Den Baguse. “Injeh pak, siap,” jawab Koplo.

Sepulang mengantar berbelanja majikannya dari supermarket, Koplo sampai di rumah bosnya pukul 12.00 WIB.

“Alhamdulillah, iseh ono waktu setengah jam kanggo istirahat,” pikir Koplo sambil menge-charge ha-pe nya. Namun saking capeknya karena semalam begadang, Koplo tertidur dan baru bangun jam setengah satu. Koplo pun kedandaban mencari kunci mobil.

Sesampainya di bandara, koplo celingukan mencari hape-nya dan ternyata ketinggalan.

“Pak Tom ya, saya yang bertugas jemput bapak, mari pak,” ungkap Koplo setelah bertemu dengan seorang lelaki dengan ciri-ciri yang disebutkan majikannya.

“Oh ya, mari”, jawab laki-laki tersebut. Mereka pun menuju rumah Den Baguse.

“Lho pak, kok kita ke sini. Harusnya kan kita ke hotel tempat saya menginap,” ujar laki-laki tersebut. “Ngapain ke hotel pak, ini kan rumah saudara bapak sendiri,” jawab Koplo.

“Tunggu, tunggu. Saya tidak punya saudara di Jogja. Dan saya sudah booking hotel. Bapak bukan sopir yang ditugaskan dari kampus?”, tanya laki-laki tersebut penasaran.

“Bapak ini namanya tom gembus kan, saudara pak Baguse yang punya rumah ini?”, tanya Koplo panik. “Nama saya Tom Gembum pak,” jawabnya.

“Walah, berarti saya salah jemput orang tho. Yadah, saya antar ke hotel pak. Ngapunten sanget geh pak?”, jawab Koplo pringas-pringis.

Riana
Papringan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online