Jokowi Larang Warga Timbun Bantuan

Kamis, 24 Januari 2013 16:46 WIB
Jokowi Larang Warga Timbun Bantuan

Jakarta, 16/1- BANJIR KIRIMAN. Warga sekitar Kelurahan Bukit Duri keluar rumah untuk menyaksikan banjir yang menggenangi jalan di Jakarta, Rabu (16/1). Banjir kiriman dari Bogor tersebut meluap dari kali Ciliwung dan menggenangi Jalan Basuki Rahmat- Jalan Prof. DR. Satrio sepanjang hampir 2 kilometer, sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani/ed/ama/13

http://images.harianjogja.com/2013/01/banjir-kiriman-160113-uj-1-370x225.jpg" alt="" width="370" height="225" />JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melarang posko-posko banjir di Jakarta menumpuk bantuan yang datang, kecuali bantuan makanan.

Usai meninjau posko di Jalan Muara Baru Ujung, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, Jokowi menyebut pola menumpuk bantuan dan mendata warga sebelum mendistribusikan bantuan sebagai cara lama.

“Katanya besok dikasih, tapi kan besok datang lagi bantuannya jadi numpuk,” katanya, Kamis (24/1/2013).

Jokowi menginginkan bantuan yang datang langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. “Masyarakat hanya melihat sliwar sliwer bantuan terus tapi ndak diterima.”

Dia sendiri mengakui bantuan-bantuan masih banyak terkonsentrasi di tempat-tempat pengungsian besar.

“Ada banyak titik yang belum tersentuh bantuan, tapi terkonsentrasi di 1-2 tempat di posko. Di tempat pengungsi besar padahal masyarakat yang di kampung-kampung juga banyak,” katanya. Banjir di Utara Jakarta hingga hari ini masih belum surut juga. (Antara/ea)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online