Survei PPI: Dedi Mulyadi Ungguli Gibran dalam Bursa Cawapres 2029

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 22:17 WIB
Survei PPI: Dedi Mulyadi Ungguli Gibran dalam Bursa Cawapres 2029

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Antara-Ricky Prayoga

Harianjogja.com, JAKARTA—Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 berdasarkan survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI). Dedi memperoleh elektabilitas 21%, unggul 6,8 poin persentase dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mencatatkan angka 14,2%.

Hasil tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno dalam peluncuran Survei Nasional bertajuk “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta, Minggu (18/10). Dalam simulasi tersebut, sejumlah tokoh politik, pejabat pemerintahan, dan figur publik turut masuk dalam bursa calon pendamping presiden pada Pilpres 2029.

Setelah Dedi Mulyadi dan Gibran, posisi berikutnya ditempati Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas 7,1% dan Anies Baswedan sebesar 7%. Selisih elektabilitas kedua tokoh tersebut tercatat hanya 0,1 poin persentase.

Elektabilitas Cawapres 2029: AHY dan Anies Menyusul

Dalam hasil survei PPI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 4,8%. Sementara itu, Mahfud MD memperoleh 4,4%, Sherly Tjoanda 3,2%, dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebesar 3,1%.

Nama Ganjar Pranowo tercatat memperoleh elektabilitas 2,6%. Berikutnya, Teddy Indra Wijaya meraih 1,4%, sedangkan Muhaimin Iskandar dan Kaesang Pangarep masing-masing mencatatkan angka 0,9%.

Tokoh lain yang masuk dalam simulasi cawapres meliputi Susi Pudjiastuti dengan elektabilitas 0,8%, Anis Matta 0,7%, Zulkifli Hasan 0,7%, serta Bahlil Lahadalia sebesar 0,5%.

Adapun Andi Amran Sulaiman, Raffi Ahmad, Sudaryono, Erick Thohir, Emil Dardak, dan Rieke Diah Pitaloka masing-masing memperoleh elektabilitas 0,1%.

Dalam survei yang sama, sebanyak 3,5% responden memilih nama lain, sedangkan 20,8% responden tidak memberikan jawaban.

Tingkat Pengenalan Gibran Mencapai 93,8%

Selain mengukur simulasi elektabilitas cawapres, survei PPI juga mencatat tingkat pengenalan publik terhadap sejumlah tokoh nasional. Hasilnya, Gibran Rakabuming Raka memiliki tingkat pengenalan sebesar 93,8%, menempati posisi kedua setelah Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 96,8%.

Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan tingkat pengenalan 90,9%. Setelah itu, Ganjar Pranowo mencatatkan angka 85,8%, sedangkan Dedi Mulyadi memperoleh 84,3%.

Data tersebut memperlihatkan perbedaan antara tingkat pengenalan publik dan elektabilitas dalam simulasi pemilihan cawapres. Gibran, misalnya, memiliki tingkat pengenalan lebih tinggi dibandingkan Dedi Mulyadi, tetapi elektabilitasnya dalam simulasi tersebut berada di bawah Gubernur Jawa Barat itu.

Dengan demikian, tingkat popularitas atau pengenalan terhadap seorang tokoh tidak otomatis menempatkannya di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas.

Hasil Survei Bukan Prediksi Pasti Pilpres 2029

Hasil survei Parameter Politik Indonesia tersebut menggambarkan preferensi responden pada saat survei dilakukan. Angka elektabilitas yang diperoleh masing-masing tokoh tidak dapat diartikan sebagai kepastian mengenai pasangan calon yang akan maju atau hasil Pilpres 2029.

Dinamika politik dan proses pencalonan menjelang pemilu masih dapat memengaruhi preferensi pemilih. Karena itu, posisi para tokoh dalam simulasi elektabilitas berpotensi berubah seiring perkembangan situasi politik hingga tahapan pemilihan berlangsung.

Survei PPI ini memberikan gambaran awal mengenai posisi sejumlah nama dalam bursa cawapres 2029, dengan Dedi Mulyadi berada di urutan teratas, disusul Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Anies Baswedan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online