Tren Wedding Berubah, Hotel Siapkan Paket Fleksibel dan Adaptasi Tren

Newswire
Newswire Kamis, 08 Oktober 2026 05:27 WIB
Tren Wedding Berubah, Hotel Siapkan Paket Fleksibel dan Adaptasi Tren

Industri wedding di Jogja terus bergerak mengikuti perubahan tren acara dan preferensi calon pengantin. Kondisi ekonomi yang turut memengaruhi keputusan pasangan membuat pelaku bisnis resepsi perlu menawarkan pilihan yang lebih fleksibel. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Industri wedding di Jogja terus bergerak mengikuti perubahan tren acara dan preferensi calon pengantin. Kondisi ekonomi yang turut memengaruhi keputusan pasangan membuat pelaku bisnis resepsi perlu menawarkan pilihan yang lebih fleksibel.

Strategi tersebut diterapkan Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta melalui Wedding Gathering SPECTRA Chapter 1: Full Energy, Confident and Be Wellness di Tanjungsari Ballroom, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang mengusung konsep retro era 1980-an itu mempertemukan 90 wedding organizer (WO) dan sembilan media. Selain menjadi ajang memperkuat jejaring, kegiatan tersebut menjadi momentum peluncuran new wedding package serta penawaran harga kerja sama khusus bagi vendor dan WO.

General Manager Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta Krisna Damarjati mengatakan kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat branding hotel sekaligus memperluas jaringan kerja sama dengan pelaku industri wedding di Yogyakarta.

“Kami ingin memperkuat kerja sama dengan teman-teman wedding organizer yang ada di Yogyakarta,” kata Krisna, Rabu (7/10/2026).

Menurut Krisna, Hotel Merapi Merbabu memiliki ballroom berkapasitas besar, enam meeting room, serta area parkir luas. Berbagai fasilitas tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan acara, termasuk pernikahan.

Hotel mengundang WO yang sudah pernah bekerja sama maupun yang belum mengenal fasilitas hotel. Melalui pertemuan itu, manajemen ingin memperkenalkan kapasitas hotel sebagai fasilitator berbagai kegiatan event.

Salah satu strategi Hotel Merapi Merbabu menghadapi kondisi pasar adalah memberikan ruang negosiasi dalam paket wedding. Harga dasar paket yang ditawarkan mulai Rp45 juta, tetapi angka tersebut bukan batas mutlak karena komposisi layanan masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon pengantin.

Hotel Merapi Merbabu menyediakan tiga pilihan paket wedding, yakni Sido Asih Package, Sekar Jagad Package, dan Parang Kusuma Package. Ketiga paket menyediakan appetizer, soup, main course, minuman dan dessert. Menu utama mencakup sayuran, seafood, ayam dan, pada paket tertentu, daging sapi.

Krisna mengatakan fleksibilitas menjadi bagian dari strategi hotel dalam menghadapi kondisi ekonomi. Calon pengantin dapat mendiskusikan kebutuhan mereka dengan pihak hotel untuk mendapatkan komposisi layanan yang sesuai dengan anggaran.

Menurut dia, pola kerja sama tersebut tetap diarahkan agar memberikan keuntungan bagi kedua pihak sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan.

“Intinya adalah kerja sama yang saling menguntungkan. Dari sisi kami, pelayanan tetap kami maksimalkan agar klien tidak kecewa,” katanya.

Pernikahan Adat Jawa Masih Diminati

Dari sisi permintaan, pasar wedding di Hotel Merapi Merbabu masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Krisna mengatakan acara pernikahan hampir selalu berlangsung setiap pekan. “Kalau untuk wedding, dari tahun ke tahun dan bulan ke bulan, hampir setiap minggu selalu ada acara,” ujar dia.

Konsep yang paling banyak diminati masih berkaitan dengan budaya lokal. Pernikahan dengan konsep adat Jawa dan Nusantara menjadi pilihan utama pasangan yang menggelar acara di hotel tersebut.

Sales Manager Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta Dewangga mengatakan jumlah wedding setiap bulan sangat dipengaruhi musim. Pada Oktober, misalnya, terdapat sekitar tiga acara. Namun, jumlah tersebut dapat meningkat pada periode tertentu.

“Bulan ini, misalnya, ada sekitar tiga wedding. Namun, pada bulan tertentu seperti Desember, jumlahnya bisa jauh lebih banyak,” kata Dewangga.

Dalam kondisi tertentu, hotel bahkan dapat menggelar dua wedding dalam satu hari dengan memanfaatkan venue berbeda. Sebaliknya, aktivitas wedding dapat turun drastis saat Ramadan atau menjelang momentum tertentu dalam kalender Islam. Fluktuasi tersebut tidak hanya dirasakan hotel, tetapi juga vendor yang bergantung pada kegiatan pernikahan.

Dewangga mengatakan tren saat ini lebih banyak mengarah pada wedding dengan jumlah tamu besar. Banyak acara memiliki tamu lebih dari 500 orang karena kapasitas ballroom mendukung konsep tersebut.

“Misalnya pasangan hanya ingin menggelar acara dengan sekitar 100 tamu, atau hanya untuk akad nikah maupun engagement, venue di hotel juga bisa digunakan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online