Investasi Rp13.000 Triliun Dibutuhkan untuk Kejar Ekonomi 8 Persen
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim./ Dok. KCIC\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Gangguan layang-layang yang tersangkut di sekitar jalur Kereta Cepat Whoosh mengalami penurunan signifikan pada September 2026. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat hanya 26 kejadian, turun sekitar 65% dibandingkan rata-rata kejadian pada periode Juni hingga Agustus 2026.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengapresiasi dukungan masyarakat yang ikut menjaga keselamatan di sekitar jalur Whoosh. Menurutnya, penurunan tersebut menjadi perkembangan positif bagi keselamatan dan kelancaran operasional kereta cepat.
"KCIC mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah turut menjaga keselamatan jalur Whoosh. Penurunan jumlah kejadian ini merupakan perkembangan positif," kata Eva dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Data KCIC menunjukkan kejadian layang-layang tersangkut sebelumnya masih cukup tinggi. Pada Juni 2026 tercatat 78 kejadian, kemudian meningkat menjadi 90 kejadian pada Juli dan 58 kejadian pada Agustus.
Jika dihitung dalam periode Juni hingga Agustus 2026, rata-rata kejadian mencapai sekitar 75 kasus per bulan. Angka tersebut kemudian turun menjadi 26 kejadian pada September 2026.
"Kerja sama dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan Whoosh tetap aman, lancar, dan andal," ujar Eva.
KCIC Perkuat Pengawasan Jalur Whoosh
Meski terjadi penurunan, KCIC tetap memperkuat langkah pencegahan gangguan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Perusahaan menyiagakan lebih dari 530 personel pengamanan yang ditempatkan di stasiun dan sepanjang jalur Whoosh.
Patroli dilakukan selama 24 jam dengan pembagian pengawasan setiap 500 meter. Petugas juga melakukan pemantauan dan penanganan langsung apabila menemukan aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur.
Pengamanan tersebut diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi bersama TNI, Polri, serta aparat kewilayahan.
Selain patroli, petugas mendatangi langsung titik-titik yang menjadi lokasi bermain layang-layang. Masyarakat diberikan edukasi mengenai potensi bahaya aktivitas tersebut terhadap perjalanan Whoosh dan diajak bermain di lokasi yang lebih aman serta jauh dari jalur kereta cepat.
Berdasarkan pemetaan KCIC, kejadian layang-layang banyak ditemukan pada koridor Padalarang, Cimahi, Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung. Lokasi kejadian terutama berada di area yang berdekatan dengan permukiman dan ruang terbuka.
Aktivitas bermain layang-layang juga cenderung meningkat ketika memasuki periode libur sekolah. Waktu kejadian paling sering ditemukan pada rentang pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, ketika aktivitas masyarakat di ruang terbuka meningkat.
Tak Hanya Anak-Anak
Hasil pemantauan KCIC di lapangan menunjukkan aktivitas bermain layang-layang tidak hanya dilakukan anak-anak. Masyarakat usia dewasa juga ditemukan melakukan aktivitas tersebut.
Karena itu, edukasi keselamatan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi seluruh kelompok masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui sekolah, lingkungan permukiman, dan tokoh masyarakat.
Langkah tersebut diperlukan karena layang-layang maupun benang layangan yang masuk ke area jalur dapat menimbulkan risiko terhadap sistem kelistrikan kereta cepat.
Risiko terutama muncul apabila benda tersebut tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS) atau pantograf kereta. Benda asing yang tersangkut harus segera ditangani petugas untuk memastikan kondisi prasarana tetap aman.
Dalam kondisi tertentu, perjalanan kereta dapat ditahan sementara atau dilakukan penyesuaian operasional sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Warga Diminta Jaga Jalur Whoosh
KCIC mengajak masyarakat mempertahankan tren penurunan gangguan layang-layang dengan ikut menjaga keamanan dan keselamatan jalur Whoosh.
Masyarakat diminta tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer dari sisi kiri dan kanan jalur kereta cepat. Selain itu, warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas berisiko lainnya di sekitar jalur.
Apabila menemukan benda asing yang berpotensi mengganggu operasional, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas.
"Kami berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan. Upaya pengawasan dan edukasi akan terus kami lakukan, namun keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar gangguan akibat layang-layang tidak kembali meningkat," kata Eva.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menargetkan investasi lebih dari Rp13.000 triliun dalam lima tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.
TNI AD membongkar dugaan praktik judi online di KPAD Cijantung. Sebanyak 11 warga sipil diamankan dan 32 komputer disita.
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji moratorium industri setengah jadi untuk mempercepat hilirisasi dan memutus rantai ekspor produk.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut Danantara tidak menyetor dividen ke APBN 2026 dan 2027. Kontribusi Danantara dinilai lebih luas.
Perpres 27/2026 mengatur perlindungan pekerja transportasi online, termasuk potongan aplikator 8 persen dan aturan turunan.
Bulog Jogja mencatat serapan gabah 212.000 ton atau 108,71% dari target. Stok beras kini mencapai 74.679 ton.