Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang Usai Latihan Militer

Newswire
Newswire Sabtu, 12 September 2026 10:47 WIB
Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang Usai Latihan Militer

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Korea Utara kembali menembakkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Jepang atau Laut Timur pada Sabtu, hanya sehari setelah Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan militer gabungan.

Militer Korea Selatan menyebut rudal tersebut diluncurkan sekitar pukul 05.20 dari wilayah Wonsan, Korea Utara bagian timur. Rudal-rudal itu kemudian meluncur sejauh sekitar 250 kilometer.

Peluncuran terbaru tersebut menjadi respons Korut setelah latihan gabungan Freedom Edge yang melibatkan tiga negara sekutu itu berakhir pada Jumat (11/9).

Latihan Freedom Edge digelar sejak Senin (7/9) hingga Jumat (11/9). Dalam latihan tersebut, ketiga negara menguji pertukaran data secara waktu-nyata sekaligus mengintegrasikan sejumlah kekuatan militer.

Integrasi itu mencakup kekuatan udara, maritim, rudal, siber, serta medis.

Korut Sebut Latihan sebagai Ancaman Keamanan

Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Song Gi mengecam latihan militer tersebut. Menurut laporan media pemerintah Korut, latihan Freedom Edge dinilai sebagai sebuah "ancaman keamanan yang krusial".

Korut juga menyatakan akan mengambil "langkah penanggulangan yang kuat" menyusul pelaksanaan latihan gabungan tersebut.

Peluncuran rudal pada Sabtu ini terjadi sekitar tiga pekan setelah Korut kembali melakukan uji coba rudal balistik jarak pendek.

Pada 20 Agustus, Korea Utara menembakkan selusin rudal balistik jarak pendek ke arah timur dari wilayah ibu kota Pyongyang.

Peluncuran tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan tengah menggelar latihan militer berskala besar. Korut mengecam latihan itu sebagai persiapan untuk melakukan invasi militer.

Latihan AS-Korsel Sempat Dipersingkat

Sebelum peluncuran rudal pada 20 Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan agar latihan tahunan AS-Korsel tersebut dipersingkat durasinya pada tahun ini.

Namun, keputusan tersebut tidak serta-merta mengubah penilaian Korea Utara terhadap latihan militer gabungan kedua negara.

Kim Yo Jong, saudari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan Korut, menilai pemangkasan durasi latihan tidak mengubah posisi latihan tersebut sebagai tindakan bermusuhan.

Penilaian Kim Yo Jong itu disampaikan menurut laporan media pemerintah Korea Utara.

Dengan peluncuran rudal terbaru pada Sabtu, ketegangan di Semenanjung Korea kembali mendapat sorotan setelah latihan militer Freedom Edge yang melibatkan Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat berakhir sehari sebelumnya.

Penilaian Editor

Angle berita digeser dari sekadar “Korut menembakkan rudal” menjadi hubungan langsung antara peluncuran rudal dengan berakhirnya latihan Freedom Edge. Alurnya dibuat kronologis: peluncuran terbaru → isi latihan → respons Korut → riwayat peluncuran 20 Agustus → posisi Kim Yo Jong.

Saya juga mempertahankan atribusi pada militer Korsel dan media pemerintah Korut untuk klaim-klaim yang berasal dari masing-masing pihak, sehingga tidak ditulis sebagai fakta yang berdiri sendiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online