Penyaluran BSU 2025 Tak mencapai Target, Data Penerima Jadi Kendala
Penyaluran BSU 2025 mencapai 95,07% dari target. Kemnaker mengungkap kendala data penerima dan menegaskan BSU 2026 belum diumumkan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026). /Bisnis-Reyhan Fernanda Fajarihza\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun sepanjang semester I/2026. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat realisasi tersebut tumbuh 16,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan penanaman modal asing (PMA) menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan.
Nilai PMA pada semester I/2026 mencapai Rp12,19 triliun atau melonjak 37% dibandingkan semester I/2025. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp27,48 triliun dengan pertumbuhan 9,39%.
Pertumbuhan investasi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya sejumlah indikator aktivitas pariwisata Indonesia sepanjang paruh pertama 2026.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan investasi di sektor pariwisata memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fasilitas.
Menurutnya, masuknya investasi dapat membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi.
"Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi," kata Menpar Widiyanti dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).
Menurut Widiyanti, perkembangan investasi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan sejumlah indikator utama pariwisata pada Januari hingga Juni 2026.
Salah satunya terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang mencapai 7,45 juta kunjungan. Jumlah tersebut tumbuh 5,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wisman dari Asia Jadi Salah Satu Penopang
Pertumbuhan kunjungan wisman pada paruh pertama 2026 terutama berasal dari sejumlah pasar di kawasan Asia.
Kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10%. Sementara itu, kunjungan dari Asia Tenggara tumbuh 8,22% dan pasar Oseania meningkat 6,60%.
Di sisi wisatawan domestik, aktivitas wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang semester I/2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71% dibandingkan semester I/2025.
Kinerja sektor pariwisata juga tercermin dari tingkat okupansi hotel. Tingkat hunian hotel tercatat mencapai 48,20%, naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BPS: Kunjungan Wisman Tertinggi Sejak 2020
Data Kementerian Pariwisata tersebut sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kunjungan wisatawan mancanegara.
BPS mencatat total kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi untuk periode yang sama sejak 2020, meskipun secara tahunan jumlah kunjungan pada Juni 2026 mengalami penurunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan. Angka tersebut naik 0,32% dibandingkan Mei 2026 secara bulanan atau month-to-month (mtm).
Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2025, jumlah kunjungan wisman pada Juni 2026 turun 2,15% secara tahunan.
"Secara kumulatif, atau sepanjang Januari hingga Juni tahun 2026, total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibanding periode yang sama pada tahun 2025. Capaian kunjungan wisman selama Januari sampai dengan Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020 yang lalu," kata Ateng dalam rilis Berita Resmi Statistik, Senin (3/8/2026).
Ateng memaparkan, kunjungan wisman hingga Juni 2026 terdiri dari 1,21 juta kunjungan melalui pintu masuk utama dan 175.696 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Penyaluran BSU 2025 mencapai 95,07% dari target. Kemnaker mengungkap kendala data penerima dan menegaskan BSU 2026 belum diumumkan.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 520 hektare. Angin kencang membuat api menjalar ke savana dan membakar vegetasi kering.
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Kapal tanker ADNOC diserang rudal di Selat Hormuz. UEA menuding Iran dan sejumlah negara Teluk mengecam serangan tersebut.