Danantara Bantah Tak Transparan, Ini Penyebab Laporan Belum Terbit
Foto ilustrasi investasi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Danantara Indonesia membantah anggapan yang menyebut lembaga superholding BUMN tersebut tidak transparan dalam menyampaikan kondisi keuangan kepada publik. Hingga kini, laporan keuangan konsolidasi Danantara memang belum diterbitkan karena proses restrukturisasi, audit, serta pengesahan laporan keuangan sejumlah BUMN masih berlangsung.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan penyusunan laporan keuangan konsolidasi belum dapat diselesaikan sebelum seluruh perusahaan pelat merah yang berada di bawah naungan Danantara merampungkan proses pembukuan dan penyesuaian laporan keuangan masing-masing.
“Kalau mereka selesai setelah kami lakukan pembersihan buku semua, termasuk impairment-impairment yang kami kerjakan, baru selesailah pembukunya Danantara," ujar Dony kepada awak media, dikutip Selasa (9/6/2026).
Danantara Tegaskan Komitmen Transparansi
Menanggapi munculnya persepsi bahwa Danantara menutupi kondisi keuangan, Dony mengaku heran dengan tudingan tersebut. Menurutnya, lembaga yang mengelola aset strategis BUMN itu justru tengah memperkuat keterbukaan informasi serta menerapkan standar tata kelola perusahaan atau good corporate governance (GCG) yang lebih ketat dibanding sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai informasi terkait pengelolaan Danantara dapat diakses dan dipantau publik sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip transparansi.
“Kami mau lebih baik, kok dibilang tidak transparan? Bingung. Kami lebih baik, kan bisa lihat sendiri, kan semua dibuka. Bisa cek kok sekarang,” imbuhnya.
Laporan Keuangan Danantara Bergantung pada BUMN
Dony menjelaskan, keterlambatan penerbitan laporan keuangan konsolidasi Danantara bukan disebabkan oleh minimnya keterbukaan, melainkan karena sebagian besar BUMN masih menjalani proses pengesahan laporan keuangan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan.
Sebagai superholding, laporan keuangan Danantara merupakan hasil konsolidasi dari laporan keuangan seluruh BUMN yang berada di bawah pengelolaannya. Karena itu, proses penyusunan laporan tidak dapat diselesaikan sebelum masing-masing perusahaan menyelesaikan pembukuannya.
Telkom Selesai RUPS, PLN Menyusul
Dony mencontohkan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) baru menyelesaikan agenda RUPS tahunannya pada Senin (8/6/2026). Sementara sejumlah BUMN besar lainnya masih menunggu jadwal pelaksanaan RUPS untuk mengesahkan laporan keuangan perusahaan.
“Pembukuan Danantara itu kan konsolidasi, penjumlahan dari buku BUMN-BUMN. Nah BUMN-nya ini sendiri belum selesai, bagaimana kita bisa selesaikan? Hari ini baru selesai yang Telkom. Habis ini tanggal 15 [Juni], PLN,” tuturnya.
Audit dan Pembersihan Buku Masih Berjalan
Selain menunggu pengesahan laporan keuangan melalui RUPS, Danantara juga masih menjalankan proses pembersihan pembukuan (book cleansing) dan penyesuaian aset, termasuk pencatatan impairment pada sejumlah entitas usaha.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan laporan keuangan yang nantinya dipublikasikan benar-benar mencerminkan kondisi keuangan yang akurat, transparan, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Laporan Konsolidasi Akan Dibuka ke Publik
Danantara memastikan laporan keuangan konsolidasi akan segera diterbitkan setelah seluruh BUMN menyelesaikan proses audit, pembersihan buku, serta memperoleh pengesahan dalam RUPS masing-masing.
Pihak manajemen menegaskan dokumen tersebut nantinya akan disampaikan kepada publik secara terbuka dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan aset dan investasi BUMN. Di tengah proses transformasi yang sedang berlangsung, penyelesaian laporan keuangan konsolidasi menjadi salah satu agenda penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kinerja dan kondisi keuangan Danantara Indonesia sebagai superholding BUMN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share