Usai Sidang Tuntutan, Nadiem Peluk Ojol: Saya Tidak Sendirian
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Foto ilustrasi judi online - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah mempertegas komitmen dalam memberantas kejahatan digital yang kian masif, mulai dari judi online, penipuan (scam), hingga kejahatan yang menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid usai menghadiri Rapat Kerja Teknis Reserse Kriminal Polri 2026 di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Pemerintah menilai kejahatan berbasis digital kini berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi, sehingga membutuhkan respons yang lebih tegas, sistematis, dan berkelanjutan.
"Judi online, scam, serta berbagai kejahatan yang menyasar anak-anak dan kelompok rentan harus ditangani lebih keras lagi. Tahun ini, tahun depan, dan seterusnya. Tidak ada toleransi," kata Meutya Hafid dikutip dari Antara Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama untuk membongkar jaringan kejahatan digital yang semakin kompleks. Pemerintah saat ini juga terus memperkuat sistem pelaporan dan pelacakan digital agar lebih responsif terhadap aduan masyarakat.
"Kejahatan kini banyak menggunakan modus digitalisasi dan teknologi canggih. Oleh karena itu, penguatan layanan digital baik dari sisi pelaporan maupun penelusuran harus kita tingkatkan secara masif," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Polri, Listyo Sigit Prabowo, menegaskan pentingnya kesiapan aparat dalam menghadapi tantangan hukum baru di era digital. Ia menyoroti munculnya celah hukum akibat perkembangan teknologi global yang sangat cepat.
"Situasi global memunculkan tantangan baru. Sinergi dan kolaborasi antar-instansi menjadi mutlak agar penegakan hukum berjalan optimal sesuai arahan Presiden," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kejahatan digital di Indonesia memang menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan berbagai laporan penegak hukum, kasus penipuan online, phishing, hingga judi daring terus bermunculan dengan pola yang semakin canggih dan lintas negara.
Merespons hal tersebut, pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan. Salah satu langkah strategis yang diperkuat adalah peningkatan literasi digital masyarakat, termasuk edukasi terkait keamanan data pribadi, transaksi online, dan penggunaan platform digital secara aman.
Selain itu, aparat juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pelatihan khusus dalam bidang forensik digital dan kejahatan siber. Kerja sama internasional juga diperluas untuk memburu pelaku kejahatan transnasional yang kerap beroperasi lintas yurisdiksi.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, terutama bagi kelompok rentan yang sering menjadi target kejahatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.