Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah didorong segera memperketat regulasi terkait penggunaan rokok elektronik atau vape menyusul meningkatnya potensi penyalahgunaan sebagai media peredaran narkoba. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menilai fenomena tersebut sudah masuk kategori ancaman serius bagi generasi muda.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, pemerintah tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap tren penggunaan vape. Ia menegaskan perlunya langkah komprehensif melalui regulasi yang jelas, pengawasan ketat, serta edukasi yang masif kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan santri.
“Fenomena ini tidak bisa dipandang sekadar gaya hidup. Ada ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti adanya perubahan pola peredaran narkoba yang semakin canggih. Salah satu modus yang kini berkembang adalah penyalahgunaan cairan vape (liquid) yang dicampur zat terlarang, seperti narkotika sintetis hingga senyawa psikoaktif baru. Modus ini dinilai berbahaya karena sulit dideteksi dan kerap menyasar lingkungan pendidikan.
Sejumlah temuan aparat menunjukkan cairan vape dapat dicampur zat seperti tembakau sintetis, ganja cair, hingga narkotika jenis baru yang tidak berbau menyengat. Kondisi ini membuat pengguna, terutama remaja, kerap tidak menyadari bahwa mereka telah mengonsumsi zat berbahaya.
Kepala Badan Narkotika Nasional, Suyudi Ario Seto, sebelumnya juga mengungkapkan kekhawatiran serupa dalam rapat bersama DPR RI. Ia bahkan mengusulkan agar vape beserta cairannya diatur lebih ketat dalam revisi RUU Narkotika dan Psikotropika, termasuk opsi pelarangan jika terbukti menjadi celah peredaran narkoba.
Data dari BNN dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, dengan metode yang semakin variatif. Selain melalui makanan dan minuman, media seperti vape menjadi salah satu jalur baru yang sulit terdeteksi oleh pengawasan konvensional.
Cak Imin mengingatkan agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lembaga keagamaan seperti pesantren. Ia menilai lingkungan pendidikan harus diperkuat agar tidak menjadi celah masuknya praktik berbahaya tersebut.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kepanikan berlebihan di masyarakat. Pemerintah, menurutnya, harus mampu bersikap tegas terhadap narkoba sekaligus cermat dalam membaca dinamika di lapangan.
“Pendekatannya harus seimbang, tidak gegabah tetapi juga tidak terlambat,” katanya.
Ia berharap penanganan penyalahgunaan vape sebagai media narkoba dapat dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan langkah tersebut, ruang-ruang pendidikan diharapkan tetap aman dan kondusif dalam membentuk karakter generasi bangsa di tengah tantangan era modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.