Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Invalid, Antrean Haji 14 Tahun
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Foto ilustrasi seismograf pencatat getaran gempa. - Foto dibuat oleh AI StockCake
Harianjogja.com, KENDARI— Aktivitas gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara dalam sepekan terakhir tercatat cukup intens dengan total 25 kejadian. Meski mayoritas berkekuatan kecil, kondisi ini tetap memicu kewaspadaan di tengah masyarakat.
Data dari BMKG menunjukkan gempa terjadi selama periode 22 hingga 28 Maret 2026 dan didominasi magnitudo kecil serta kedalaman dangkal.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan aktivitas tersebut dipicu oleh pergerakan sesar lokal yang aktif di jazirah tenggara Pulau Sulawesi.
“Dari data yang kami himpun, tercatat ada 25 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara dalam sepekan ini. Secara umum, gempa-gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” kata Nasrol di Kendari, Sabtu.
Sebagian besar pusat gempa berada di daratan dan perairan sekitar Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
Dari puluhan kejadian itu, hanya sebagian kecil yang dirasakan masyarakat dengan intensitas II hingga III MMI. Bahkan hanya satu gempa yang benar-benar terasa tanpa menimbulkan kerusakan.
“Selama periode 22 hingga 28 Maret 2026, tercatat 25 kejadian gempa bumi di Sultra. Dari jumlah tersebut hanya satu gempa yang dirasakan masyarakat dan tidak ada laporan kerusakan,” sebutnya.
Rangkaian gempa terjadi hampir setiap hari. Pada Minggu (22/3) tercatat tiga gempa di Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Konawe. Senin (23/3) aktivitas berlanjut di Konawe serta dua kali guncangan di Kolaka Timur.
Selasa (24/3), Kolaka Timur mendominasi dengan empat kejadian ditambah satu gempa di Kota Kendari. Rabu (25/3), gempa kembali dirasakan di Kendari, Kolaka Timur, dan Konawe.
Pada Kamis (26/3), aktivitas meningkat dengan lima kejadian di berbagai wilayah, termasuk Buton Utara, Kolaka Utara, Muna, Kendari, serta gempa terbesar di Konawe Kepulauan dengan magnitudo 4,9.
Selanjutnya Jumat (27/3), tercatat lima gempa di Kolaka Timur, Konawe Selatan, dan Buton Selatan. Hingga Sabtu (28/3), aktivitas terakhir terjadi di Kabupaten Kolaka dengan magnitudo 1,8.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Warga diminta memastikan kondisi bangunan aman serta memiliki jalur evakuasi jika terjadi guncangan lebih kuat.
Nasrol juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, termasuk prediksi gempa besar yang tidak memiliki dasar ilmiah.
“BMKG akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam penuh guna memberikan informasi cepat dan akurat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.