Hasil Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Resmi Disahkan
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Dokter - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Penelusuran kasus campak mulai dilakukan setelah seorang tenaga medis meninggal dunia dengan dugaan infeksi penyakit tersebut di Cipanas, Cianjur. Langkah ini ditempuh untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas di masyarakat.
Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan di Cianjur dan Provinsi Jawa Barat dijadwalkan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lapangan pada Jumat (27/3/2026). Investigasi ini menjadi respons cepat atas kasus kematian dokter berinisial AMW (26).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan pasien sebelumnya mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, dan sesak napas berat.
“Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Pasien sempat mendapatkan penanganan medis sesuai standar di RSUD Cimacan pada Kamis (26/3/2026). Namun, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Penelusuran Kontak dan Sumber Penularan
Dalam proses PE, tim kesehatan akan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien serta mencari kemungkinan sumber penularan. Selain itu, penilaian risiko juga dilakukan untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat.
Pemberian vitamin A juga menjadi bagian dari upaya pencegahan guna menekan risiko penyebaran di wilayah sekitar.
Kemenkes menilai kasus ini menjadi pengingat bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau belum pernah terinfeksi tetap berisiko mengalami komplikasi serius hingga berakibat fatal.
Untuk itu, masyarakat didorong segera melengkapi imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap penyakit campak.
“Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit campak berupa demam tinggi dan ruam merah,” kata Aji.
Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain yang perlu diterapkan adalah menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan masker saat sakit dinilai penting untuk menekan penularan.
Dengan adanya penelusuran ini, pemerintah berharap potensi penyebaran campak dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke wilayah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komdigi mengesahkan hasil seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. XLSMART unggul di 700 MHz, Telkomsel teratas di 2,6 GHz.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prakirakan cuaca DIY Rabu 15 Juli 2026: berawan merata di 5 kabupaten/kota. Suhu 20-31°C, kelembapan 47-96%. Waspada perubahan cuaca mendadak.
Menkeu Purbaya menyebut APBN 2025 berjalan efisien dan meraih WTP ke-10, didukung pertumbuhan ekonomi 5,11 persen.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
PDAM Sleman menyiapkan cadangan air hingga ratusan liter per detik untuk mengantisipasi kemarau. Wilayah rawan kekeringan kini makin terkendali.