Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Habib Bahar bin Smith. /ANTARA FOTO-M Agung Rajasa
Harianjogja.com, TANGERANG—Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, secara resmi menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang, Banten. Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik merampungkan rangkaian penyelidikan dan gelar perkara berdasarkan laporan polisi yang telah berjalan sejak September 2025.
Penetapan tersangka ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/43/I/RES.1.24/2026/Reskrim tertanggal Jumat, 30 Januari 2026. Dokumen tersebut diterbitkan setelah penyidik Polres Metro Tangerang Kota menggelar perkara atas hasil penyidikan lanjutan yang dilakukan sejak laporan polisi diterbitkan pada 22 September 2025.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Awaludin Kanur, menyampaikan bahwa penyidik juga telah melayangkan surat panggilan resmi kepada Bahar bin Smith untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.
“Kita sudah tetapkan tersangka dan mengirimkan panggilan kepada tersangka (Bahar bin Smith) untuk hadir dimintai keterangan pada Rabu, 4 Februari 2026,” ujar Awaludin di Tangerang, Minggu.
Ia menjelaskan, perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1395/IX/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. Berdasarkan hasil gelar perkara, status hukum Bahar bin Smith dinaikkan dari semula terlapor menjadi tersangka.
“Berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan penyidik, status Bahar bin Smith resmi dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka,” katanya.
Meski demikian, Awaludin menegaskan bahwa seluruh proses hukum yang ditangani oleh tim penyidik Polres Metro Tangerang Kota akan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam perkara tersebut, Bahar bin Smith disangkakan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan dan/atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan/atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana.
“Kasus penganiayaan itu terjadi pada 21 September 2025. Saat itu, Bahar bin Smith menghadiri sebuah acara di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang,” jelas Awaludin.
Pada peristiwa tersebut, seorang anggota Banser mendatangi lokasi acara untuk mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Bahar bin Smith. Namun, ketika anggota Banser tersebut mendekat dan berupaya bersalaman, sekelompok orang yang mengawal kegiatan justru menghadangnya.
“Anggota Banser itu kemudian dibawa ke sebuah ruangan. Di lokasi tersebut terjadi tindakan kekerasan fisik hingga korban mengalami luka-luka dan babak belur,” kata Awaludin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.
Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two 2026 setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka di final.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.
Manchester City juara Piala FA 2026 usai mengalahkan Chelsea 1-0. Pep Guardiola mencetak rekor baru dan memastikan double winner domestik.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.