Trump Telepon Venezuela Usai Gempa M7,5, AS Kirim Bantuan Kemanusiaan
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
Supermoon - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Para ilmuwan mengungkap Bulan perlahan menjauhi Bumi akibat interaksi gravitasi pasang surut, sebuah proses kosmik yang dalam jangka panjang berdampak pada rotasi Bumi, pola pasang laut, hingga stabilitas iklim global.
Bulan merupakan satu-satunya satelit alami Bumi yang selama miliaran tahun berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem Bumi. Namun, para ilmuwan memastikan satu fakta kosmik yang jarang disadari, yakni Bulan perlahan bergerak menjauhi Bumi.
Pergerakan tersebut tidak kasatmata dan belum berdampak langsung pada kehidupan manusia saat ini. Meski demikian, dalam skala waktu geologis hingga miliaran tahun, perubahan ini berpotensi membawa konsekuensi besar bagi sistem Bumi dan Bulan.
Dikutip dari The News Space Economy, Senin (15/12/2025), penyebab utama Bulan menjauhi Bumi adalah interaksi gravitasi antara kedua benda langit tersebut, khususnya melalui fenomena pasang surut laut.
Gravitasi Bulan menarik massa air di Bumi dan membentuk tonjolan pasang. Karena Bumi berotasi lebih cepat dibandingkan periode orbit Bulan, tonjolan pasang tersebut sedikit tertinggal di depan posisi Bulan. Ketidaksejajaran ini menciptakan gaya dorong kecil yang secara perlahan memindahkan energi dari rotasi Bumi ke orbit Bulan.
Akibat dari Bulan yang terus menjauhi Bumi, Bulan memperoleh momentum orbit sehingga bergerak semakin jauh, sementara rotasi Bumi melambat secara bertahap. Fenomena ini menjadi contoh nyata penerapan hukum kekekalan momentum sudut dalam sistem tata surya.
Berdasarkan pengukuran ilmiah menggunakan metode lunar laser ranging, yakni teknik memantulkan sinar laser ke reflektor yang ditinggalkan astronot Apollo, Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun atau sekitar 1,5 inci per tahun.
Dilansir dari VICE, angka tersebut memang terdengar kecil, namun dalam jutaan hingga miliaran tahun, pergeseran ini akan menjadi signifikan.
Saat ini, jarak rata-rata Bulan dari Bumi sekitar 384.400 kilometer. Orbit Bulan tidak sepenuhnya bulat sehingga jaraknya dapat berubah hingga sekitar 19.000 kilometer setiap bulan. Kondisi ini menjelaskan fenomena supermoon, saat Bulan tampak lebih besar dan terang.
Dampak Bulan Menjauhi Bumi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
NHTSA menutup investigasi Honda Odyssey setelah recall 441 ribu kendaraan berhasil mengatasi masalah airbag samping.
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 1.430 jiwa. Gempa susulan terus terjadi dan menghambat proses pencarian korban.
Daftar lengkap 32 tim yang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah Austria dan Aljazair memastikan tiket terakhir.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Tiket Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026 tembus Rp105 juta akibat sistem dynamic pricing FIFA.