Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia akan menggelar pameran pendidikan tinggi European Higher Education Fair (EHEF) di Gelanggang Inovasi dan (GIK) UGM pada 6 November 2025. Pameran ini menyuguhkan banyak informasi seputar beasiswa perguruan tinggi di Eropa. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia akan menggelar pameran pendidikan tinggi European Higher Education Fair (EHEF) di Gelanggang Inovasi dan (GIK) UGM pada 6 November 2025. Pameran ini menyuguhkan banyak informasi seputar beasiswa perguruan tinggi di Eropa.
Communication Coordinator European Union Indonesia Cooperation Facilitiy Sari Soegondo mengatakan pameran EHEF 2025 ini merupakan ke-17 yang digelar sejak 2008. Para pengunjung bisa bertemu 100 institusi pendidikan tinggi Eropa serta dari Indonesia seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Garuda. Selain itu bisa mendapatkan informasi program studi dan kesempatan beasiswa yang secara luas tersedia di Eropa.
"Potensi beasiswa di Eropa sangat banyak dan nanti akan disajikan semuanya di pameran. Eropa punya daya tarik tersendiri karena biayanya lebih murah dibandingkan Amerika maupun Australia. Selain itu di Uni Eropa karena didominasi daratan sehingga bisa mengunjungi banyak negara," katanya, Kamis (30/10/2025).
Sari menuturkan para pencari beasiswa bisa mencari info detail di pameran. Termasuk potensi beberapa negara yang tidak masuk dalam top 5 perguruan tinggi. Namun ia memastikan kondisi perguruan tinggi di sana peringkatnya tetap di atas Indonesia.
"Mungkin seperti di Slovakia, itu potensi beasiswanya lebih besar karena populasinya orang Indonesia maish rendah di sana sehingga ada potensi untuk diterima," katanya.
Salah satu alumni penerima beasiswa Uni Eropa Ghazali mengaku belajar di Eropa punya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan lintas negara. Karena jarak antarnegara sangat dekat, sehingga memungkinkan untuk melakukan eksplorasi wawasan ke sejumlah perguruan tinggi negara lain. Selain itu, kampus di Uni Eropa bisa saling berkolaborasi karena dalam sehari seorang dosen bisa mengajar ke beberapa negara.
"Selain itu tidak terlalu mahal, ketika bia menghemat, mungkin beasiswanya bisa ditabung. Saya kebetulan saat pulang bisa beli tanah hasil dari menabung beasiswa. Di pameran EHEF ini banyak sekali informasi detail yang bisa diakses," ucapnya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi menyatakan pameran EHEF menjadi komitmen Eropa untuk mendukung mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikannya di Eropa. Pendidikan tinggi memainkan peran penting dalam strategi Global Gateway EU yang mendorong inovasi, pengembangan keterampilan, dan pemahaman lintas budaya.
"Dengan berinvestasi dalam kemitraan dan peluang pendidikan, EU berkomitmen untuk memberdayakan generasi pemimpin global berikutnya dan berkontribusi pada masa depan yang lebih terhubung, sejahtera, dan tangguh,” kata Duta Besar Chaibi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.