Stok Menumpuk, Impor Beras dan Gula Dipastikan Nihil pada 2026
Pemerintah memastikan tidak ada impor beras dan gula konsumsi sepanjang 2026 seiring stok dan produksi nasional yang mencukupi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui seusai menghadiri Rapat Tindak Lanjut Arahan Presiden Terkait Manipulasi Harga Beras dan Beras Oplosan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Jakarta, Jumat (25/7/2025). ANTARA/Harianto
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan 10 merek produsen beras premium nakal dengan tingkat patahan (broken rice) di atas 40%–50%. Pengungkapan itu dilakukan seiring adanya temuan beras oplosan yang tak sesuai dengan mutu dan kualitas.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan fenomena yang sempat menimbulkan kegaduhan terhadap perberasan nasional bukanlah sekadar pengoplosan biasa, melainkan pelanggaran serius yang berdampak pada harga dan kualitas beras di pasar.
“Yang oplos kemarin minta maaf agak gaduh dikit. Agak gaduh. Itu bukan sebenarnya oplos, pelanggaran,” kata Amran dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan program hilirisasi komoditas prioritas perkebunan di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA: Viral Video Sekda Bali Marahi ASN, Begini Respons Gubernur Koster
Amran menambahkan beras premium yang dijual sejumlah produsen telah melebihi standar kelas untul kerusakan beras. Kondisi ini menyebabkan harga jual beras melonjak jauh di atas harga wajar.
“Ini aku tunjukkan sedikit pada bupati, supaya kalau ada bertanya. Ini yang ditangkap. Standarnya adalah 14% broken, patahannya. Tapi yang dijual adalah 50 persen, 40 persen. Ini yang tersangka,” ujarnya.
Apalagi produsen menjual harga lebih mahal, yakni Rp17.000 per kilogram. Sedangkan harga semestinya adalah Rp12.000 per kilogram. Ini artinya, ada selisih sekitar Rp5.000 per kilogram.
“Kalau dikali 2 juta saja, itu Rp10 triliun. Jadi harga sudah naik, dan ini seluruh komoditas tidak boleh dipermainkan. Ini yang harus intervensi pemerintahan,” katanya.
BACA JUGA: Pemerintah Klaim 1,2 Juta Ibu Hamil Telah Terjangkau MBG
10 produsen beras premium dengan beras patahan di atas 14,5%:
WS: beras patahan 59,20%
LS: beras patahan 45,68%
SM: beras patahan 43,66%
JN: beras patahan 43,00%
MU: beras patahan 41,70%
RU: beras patahan 40,30%
MD: beras patahan 34,70%
PR: beras patahan 34,63%
BS: beras patahan 33,54%
SR: beras patahan 33,27%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah memastikan tidak ada impor beras dan gula konsumsi sepanjang 2026 seiring stok dan produksi nasional yang mencukupi.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.