Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul memberi pelatihan bagi 100 pedagang angkringan di Jogja untuk meracik hingga menyeduh jamu di Westlake Resto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (31/7/2025). Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 100 pemilik dan pedagang angkringan di Jogja mendapat pelatihan selama tiga hari dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul untuk meracik hingga menyeduh jamu di Westlake Resto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (31/7/2025).
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat yang menghadiri langsung pembukaan pelatihan berharap kegiatan tersebut dapat membantu pertumbuhan UMKM sekaligus mendorong para pedagang angkringan agar terus mengembangkan bisnisnya.
“Kami berharap UMKM bisa terus tumbuh dan menjadi suatu kekuatan tersendiri. Di sini banyak sekali [penjual] angkringan yang dengan pelatihan ini nanti bisa meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri," harap Irwan.
Dia juga membagikan kisah perjalanan Sido Muncul sejak masih kecil hingga berkembang sampai saat ini. Menurut Irwan, kunci sukses dalam bisnisnya terletak pada komitmen untuk terus memperbaiki kualitas produk, kejelian dan kepiawaian dalam membangun citra positif perusahaan.
"Rahasia untuk mempertahankan bisnis itu, produk yang baik, bersih, masuk akal, dan bisa diterima konsumen. Saya kasih contoh-contoh, bagaimana saya memulai dari nol, dari kecil, bisa seperti hari ini. Saya juga berharap suatu hari mereka bisa menjadi lebih baik," katanya.
Irwan meminta agar para pemilik dan pedagang angkringan tidak berkecil hati dalam menjalankan usahanya. Dia berharap para pedagang angkringan belajar dari apa yang selama ini dilakukan Sido Muncul. "Teruslah memperbaiki kualitas dagangan, menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat usaha serta pandai berpromosi," ujarnya.
Ahli Herbal Media, dokter Rianti Maharani dalam pelatihan itu menilai kehadiran jamu di angkringan menjadi peluang strategis agar jamu bisa lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Bahkan, lanjutnya, kolaborasi pedagang angkringan dengan Sido Muncul dapat membuka peluang baru.
Para pedagang, katanya, akan dikenalkan pada berbagai produk unggulan Sido Muncul yang praktis dan mudah disajikan. Apalagi produk dari Sido Muncul sudah tepercaya dan mengantongi BPOM sehingga dipastikan aman dan berkualitas serta memenuhi standar mutu.
"Nah, untuk teman-teman di angkringan ini merupakan kesempatan, jika berkolaborasi dengan Sido Muncul, nanti akan dikenalkan produk-produk unggulannya Sido Muncul yang mana itu akan memudahkan dalam penyediaan jamu,” ujarnya.
Salah satu pedagang angkringan yang hadir pada pelatihan itu, Retnasari pedagang Angkringan Jos Blangkon di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan dari Sido Muncul. Apalagi, angkringan saat ini sering dikunjungi wisatawan dan menanyakan soal ketersediaan jamu.
“Mudah-mudahan nanti kita juga akan di-support produk (Sido Muncul). Mungkin kita nanti jualan produknya Sido Muncul juga. Karena memang banyak yang menanyakan jamu saat datang ke angkringan,” harap Retnasari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.