Banjir Semarang, 313 KK Terdampak dan Lansia Dilaporkan Hanyut
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, CIMAHI—Proses evakuasi korban longsor bangunan rumah dalam gang di Cimahi, Jawa Barat, pada Jumat (18/7) malam, dinyatakan selesai dengan satu orang dari dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia Sabtu (19/7/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan longsor yang terjadi pada lereng tebing di Jalan Jenderal Amir Machmud, Gg H Yusuf, Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, menimbun dua korban atas nama Usep (55) warga Malangbong Garut dan Candra (16) warga Cikangkareng Cianjur.
"Kami sampaikan bahwa evakuasi sudah dilaksanakan. Dua korban berhasil dievakuasi, atas nama Usep ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tadi siang. Sementara korban Candra dievakuasi Jumat malam, dalam keadaan luka-luka," kata Fithriandy, Sabtu malam.
Fithriandy mengatakan Usep ditemukan tewas dalam keadaan tertelungkup di bawah material tanah lengket yang menjadi fondasi dari cakar ayam untuk kirmir sekitar 10 meter. Sementara korban selamat Candra ditemukan lebih dulu di kedalaman tanah yang lebih rendah sekitar enam meter.
"Korban luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis. Sementara korban meninggal dunia langsung dibawa pihak keluarga," ujar Fithriandy.
Terkait penyebab longsoran yang mengubur dua pekerja bangunan asal Garut dan Cianjur itu, Fithriandy mengatakan karena kondisi tanah yang labil dan mendesak fondasi kirmir yang tengah dikerjakan kedua korban.
"Penyebabnya ini karena kondisi tanah yang labil, memang saat kejadian sedang dilakukan pengerjaan kirmir untuk penguatan lereng namun kemudian terjadi pergerakan tanah alami karena kondisi tanah," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga meninjau kondisi longsor di dalam Gang Cimahi tersebut dan bakal memberikan santunan kepada dua keluarga korban yang tertimbun material longsor.
Dedi berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Namun, pemilik rumah sebagai orang yang mempekerjakan korban juga disebutnya mesti bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
"Walaupun ini adalah pekerjaan orang, tanggung jawabnya ada di pemilik rumah, tapi Gubernur Jawa Barat, saya akan tetap mengutus orang untuk menemui keluarganya. Keluarganya pasti merasa kehilangan, karena dia (korban) orang yang usaha setiap hari," kata Dedi.
Korban Usep dikabarkan merupakan seorang kepala keluarga yang sengaja merantau dari Malangbong, Garut, ke Cimahi, meninggalkan istri dan empat orang anaknya. "Anak yang masih sekolah nanti minta datanya, nanti jadi anak didik saya. Sekolahnya saya biayanya nanti," kata Dedi kepada keluarga korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.