Singapura Kalahkan Timor Leste 2-0, Pimpin Grup A ASEAN Hyundai Cup
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Penggunaan masker di area publik - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat diminta menghindari penularan Covid-19 saat libur panjang Hari Raya Iduladha. Hal ini diungkapkan Guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Faisal Yunus.
Selama liburan panjang, pergerakan orang biasanya meningkat dan kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.
Profesor Faisal menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam upaya untuk meminimalkan kemungkinan terserang Covid-19.
"Sama seperti yang lalu, jadi harus pakai masker, cuci tangan, menghindari kerumunan, kemudian tidak makan minum bareng-bareng. HBS, hidup bersih dan sehat," kata Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia itu.
Karena Covid-19 lebih mudah menular saat orang berdekatan atau berkumpul, ia mengatakan, sebaiknya membatasi kegiatan yang melibatkan kerumunan orang saat kasus penularan COVID-19 sedang meningkat.
"Kalau ada yang batuk atau apa itu dijaga. Soalnya (virus bisa) tinggal di kulit, kehirupan kita juga kan bisa juga," katanya.
BACA JUGA: Kraton Jogja Izinkan Penggunaan Alun-Alun Selatan untuk Lokasi Salat Iduladha 2025
Prof Faisal menyampaikan, penting pula menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi cukup makanan dengan gizi seimbang serta istirahat cukup agar tidak mudah tertular penyakit.
Kepada orang-orang dengan komorbiditas, dia menganjurkan mereka untuk menjaga kesehatan dan menghindari tempat-tempat dengan risiko Covid-19.
Ia menjelaskan bahwa varian virus penyebab Covid-19 yang menyebar saat ini merupakan hasil mutasi dari varian Omicron.
Gejala infeksi varian baru virus SARS-CoV-2, menurut dia, antara lain batuk pilek yang kadang disertai sakit perut.
Dia mengemukakan perlunya pemantauan untuk menekan penyebaran varian virus tersebut. "Pemerintah ya melakukan surveillance saja. Sudah masuk Indonesia atau belum, kita kan enggak tahu. Nah untuk tahunya kan tetap ada itu PCR," katanya merujuk pada metode pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus penyebab Covid-19.
Menurut Prof. Faisal, pemerintah juga perlu mengkaji ulang efektivitas vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pada masa pandemi dalam menangkal penularan varian virus yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.