Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia menjajaki kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan perusahaan nuklir Rusia, Rosatom yang berbasis di Saint Petersburg, Rusia.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan teknologi yang dikembangkan oleh Rosatom sangat relevan dengan kebutuhan energi Indonesia ke depan karena sifatnya yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan standar keamanan yang tinggi.
“Teknologi nuklir modular terapung menawarkan solusi yang menyeluruh bagi negara kepulauan yang luas seperti Indonesia," kata Eddy dilansir Antara, Minggu (25/5/2025).
Mobilitas yang tinggi dari teknologi nuklir modular terapung tersebut sesuai dengan kebutuhan wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik nasional, seperti wilayah terluar dan tertinggal.
Ia menjelaskan kebutuhan Indonesia untuk energi nuklir akan semakin terasa pada 8-10 tahun mendatang ketika berbagai sumber energi terbarukan di Pulau Jawa sudah digunakan dan habis. Kondisi itu membuat kebutuhan energi nuklir menjadi salah satu opsi dari energi baru yang bersih dan bisa dimanfaatkan selama 24 jam (baseload power).
Selain itu, teknologi Nuklir yang dikembangkan Rosatom juga dinilai sudah memenuhi standar keamanan terbaru yang diakui secara global.
"Rosatom adalah perusahaan pertama di dunia yang meluncurkan unit Generasi III+. Ini adalah teknologi paling canggih, sepenuhnya mematuhi semua standar keselamatan pasca-Fukushima,” ucap dia melanjutkan.
Eddy meyakini kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan energi nuklir modular akan memberikan manfaat, khususnya dalam transfer pengetahuan, inovasi, dan teknologi pada sumber daya manusia (SDM) bidang energi terbarukan, khususnya teknologi Nuklir.
Ia menilai pentingnya dukungan lintas sektor dan lintas kelembagaan agar Indonesia tidak tertinggal dalam transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan. "Teknologi nuklir harus dipahami tidak lagi sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai peluang strategis yang harus dikaji secara ilmiah, terbuka, dan tentu bertanggung jawab,” ujarnya.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Mobil di Gondokusuman Kota Jogja
Adapun pertemuan dengan First Deputy CEO Rosatom Kirill Komarov tersebut dilakukan di sela rangkaian agenda Kongres Ekologi Internasional Nevsky XI, yang dihadiri para pemangku kepentingan bidang lingkungan dan energi terbarukan dari berbagai negara. Rosatom diketahui merupakan perusahaan Rusia bidang teknologi pengembangan energi nuklir yang sudah mendunia.
Dalam pertemuan, Kirill Komarov menjelaskan mengenai teknologi nuklir modular terapung yang sudah dikembangkan Rosatom dan saat ini menjadi terobosan teknologi terbaru pengembangan energi terbarukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.