Impor Bahan Baku Plastik dari AS Masuk Pertengahan Mei
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Usaha produksi pakaian siap pakai atau populer dengan sebutan apparel dinilai menjadi salah satu peluang bisnis menjanjikan di masa depan. Pasalnya produk ini masih terus dibutuhkan meski di tengah ketidakpastian ekonomi global. /Istimewa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Usaha produksi pakaian siap pakai atau populer dengan sebutan apparel dinilai menjadi salah satu peluang bisnis menjanjikan di masa depan. Pasalnya produk ini masih terus dibutuhkan meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Salah satu upaya pelaku industri produksi pakaian dalam mendorong peningkatan kapasitas bisnis adalah dengan menggelar pameran. Melalui pameran tersebut selain menampilkan produk apparel serta perangkat mesinnya juga dapat mempertemukan dengan buyer. Salah satunya melalui pelaksanaan pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) di Diamond Solo Convention Center pada 20-22 Februari 2025.
BACA JUGA : Masuk Kerja Bergiliran, Ratusan Pekerja Pabrik Tekstil di Bantul Tetap Minta Gaji Utuh
"Selain menjadi acuan bagi para pengusaha, pameran ini juga menjadi daya tarik bagi ekosistem bisnis pendukung seperti pengusaha distro, fashion designer, apparel online shop, hingga kampus dan instansi pemerintah terkait," kata Pengurus Asosiasi Pertextilan Indonesia (API) BPP Jawa Tengah Bapak Lilik Setiawan.
IAPE memberikan gambaran secara menyeluruh situasi bisnis apparel terkini baik secara makro maupun mikro. Termasuk bertukar informasi terkait tantangan teknologi beserta solusinya. Proses itu bisa dilakukan karena dalam pameran menghadirkan perusahaan supplier maupun distributor yang telah memiliki rekam jejak pengalaman panjang dalam mendukung bisnis apparel.
"Di IAPE ini juga akan berlangsung ragam kegiatan pendukung seperti live demo, workshop, talkshow, business matching dan dibagikan kaos gratis sejumlah 1.000 potong," ujar Direktur Moremedia Bapak Bryan Whildan Arsaha.
Pameran ini merupakan satu-satunya terbesar di Jawa Tengah dan DIY, menampilkan mesin dan perlengkapan pendukung produksi apparel (pakaian dan turunannya) seperti bahan kain, alat dan perlengkapan sablon, mesin jahit, mesin bordir, mesin DTG, mesin DTF, mesin cutting, heat press, dan aneka ragam mesin digital printing (UV, sublime).
"Ini menjadi momentum bisa dimanfaatkan bagi para pelaku bisnis untuk menemukan dan megoptimalkan peluang yang
ada, juga meng-update dan upgrade lini bisnisnya, khususnya di bisnis produksi sandang/apparel seperti garment, konveksi, sablon, dan digital printing," ujar Direktur Akademi Textile Surakarta Bapak Wawan Ardi Subakdo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.