Persebaya Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026, Tekuk PSMS 1-0
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Ilustrasi Imlek. - Foto dibuat oleh AI/StokCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Warga keturunan Tionghoa percaya adanya beberapa pantangan yang mereka lakukan selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Pakar feng shui Yulius Fang menyampaikan beberapa hal yang umumnya dihindari oleh warga keturunan Tionghoa pada hari perayaan tahun baru Imlek karena dianggap dapat mendatangkan kesialan.
"Ini sebenarnya bukan disebut sebagai mitos, tetapi sebagai tradisi budaya Tionghoa di masa Imlek. Tradisi ini sudah dilaksanakan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga menjadi aturan tidak tertulis yang sebaiknya dipatuhi," kata Yulius, Sabtu (25/1).
Yulius mengemukakan bahwa pada dasarnya orang-orang ingin memulai tahun baru dengan menghindari hal-hal yang bisa mendatangkan keburukan, kesialan, dan ketidakberuntungan.
"Idealnya masyarakat ingin memulai tahun dengan hal yang bagus untuk keberuntungan sepanjang tahun. Jadi, semua diusahakan bagus, indah. Makanan minuman pun harus terasa manis dan lezat," katanya.
Mematuhi tradisi leluhur, ia melanjutkan, merupakan salah satu cara mengawali tahun baru dengan baik agar terhindar dari keburukan. "Jadi, aturan tidak tertulis ini dibuat untuk sebagai saran keharmonisan dengan maksud yang baik," kata Yulius.
Berikut hal-hal yang pada perayaan Imlek lebih baik dihindari menurut tradisi masyarakat Tionghoa:
Dewa kemakmuran diyakini akan datang pada malam menjelang tahun baru Imlek untuk memberikan berkah ke dalam bangunan.
Kegiatan menyapu kotoran keluar dianggap dapat ikut menyapu keberuntungan yang sudah masuk semalam sebelumnya ke luar rumah. Jadi, pembersihan rumah disarankan dilakukan esok hari setelah Imlek.
Keberuntungan yang diberikan kepada seseorang dipercaya akan turut terbuang kalau yang bersangkutan memotong atau mencuci rambut atau kuku pada hari perayaan tahun baru Imlek. Kegiatan memotong atau mencuci rambut atau kuku disarankan dilakukan satu hari sebelum atau satu hari sesudah Imlek.
Perayaan tahun baru Imlek merupakan momen membahagiakan, karenanya orang-orang yang merayakan dianjurkan membicarakan hal-hal yang baik agar berkah baik menghampiri. Bicara buruk pada masa ini dianggap dapat mendatangkan sinyal ketidakberuntungan untuk setahun yang akan datang.
Berkonflik dengan orang lain pada masa perayaan tahun baru Imlek dianggap dapat menghadirkan sinyal ketidakberuntungan pada tahun yang akan datang. Api emosi dianggap dapat melenyapkan keberuntungan layaknya api kecil bisa menyebabkan seluruh hutan terbakar.
Oleh karena itu, selama perayaan Imlek orang disarankan berusaha membangun hubungan baik, bersabar, dan tidak mempermasalahkan hal-hal kecil.
Karena bubur sering kali dimakan oleh orang yang sedang sakit, orang keturunan Tionghoa disarankan menghindari makan bubur pada hari perayaan Imlek. Apalagi ada banyak hidangan lezat lain yang dikaitkan dengan hal-hal baik pada perayaan tahun baru China.
Yulius menyampaikan bahwa pada dasarnya semua hal yang dapat menimbulkan kesan buruk serta dikaitkan dengan ketidakberuntungan akan dihindari pada hari perayaan Imlek. "Ada pula pantangan, tidak boleh makan obat pada hari Imlek, di mana itu menandakan sakit. Namun, bagi kami bila obat memang wajib dan rutin dimakan, hal ini tidak apa bila tetap dilakukan," kata Yulius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari