Asian Games 2026: Basral Graito Jaga Fokus di Tengah Persaingan Atlet Skateboard
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
Foto ilustrasi La Nina - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SEMARANG—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peningkatan curah hujan mulai November 2024. Potensi hujan tinggi diperkirakan terjadi di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan, khususnya Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan terkait dengan perkembangan musim hujan, curah hujan pada November diprakirakan tinggi. "Secara umum prakiraan curah hujan berkisar 300 milimeter hingga lebih dari 500 milimeter, dengan sifat hujan normal," kata Teguh, Kamis (31/10/2024)
Bahkan berdasarkan pengamatan Stamet Tunggul Wulung Cilacap, kata dia, curah hujan lebat yang berkisar 50-100 milimeter per hari sudah mulai terjadi di sejumlah wilayah Jateng bagian selatan. Menurut dia, hal itu terpantau dari data curah hujan yang terjadi di wilayah pesisir Cilacap pada Rabu (30/10) malam yang tercatat mencapai 92 milimeter.
"Prakiraan cuaca untuk Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, dalam dua hari ke depan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang kadang disertai petir dan angin kencang," katanya.
Ia mengatakan potensi cuaca ekstrem itu karena adanya aktivitas gelombang ekuatorial Rossby yang mendukung aktivitas konvektif di wilayah Jateng, kelembapan udara yang cenderung basah, dan labilitas lokal yang kuat.
Dalam perkembangannya ke depan, kata dia, curah hujan akan lebih intens terjadi mengingat sudah masuk musim hujan. "Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan terutama bagi warga di daerah yang rawan banjir dan longsor," katanya.
Terkait dengan suhu udara yang terasa panas dalam beberapa hari terakhir, dia mengatakan berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Stamet Tunggul Wulung Cilacap, suhu udara maksimum khususnya di Cilacap pada Rabu (30/10) dan beberapa hari sebelumnya masih dalam kategori normal karena tercatat 32 derajat Celcius.
Berdasarkan data klimatologi atau data 30 tahun terakhir, kata dia, suhu udara maksimum di Cilacap pada Oktober 2016 tercatat pernah mencapai 34 derajat Celcius. "Pemicu peningkatan suhu tersebut adalah posisi matahari yang sekarang berada di belahan bumi selatan. Di samping itu juga minimnya tutupan awan di langit, yang berakibat sinar matahari tanpa penghalang langsung mengenai bumi," kata Teguh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Truk angkut listrik mulai digunakan di tambang. Infrastruktur energi, baterai, SDM, dan biaya operasi menjadi tantangan elektrifikasi.