BMKG: Waspadai Dampak Badai Trami di Indonesia

Newswire
Newswire Rabu, 23 Oktober 2024 12:07 WIB
BMKG: Waspadai Dampak Badai Trami di Indonesia

Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi merusak badai tropis Trami yang dalam beberapa jam terakhir terpantau berada di laut Filipina.

Potensi yang ditimbulkan dari Badai Trami yakni hembusan angin kencang lebih dari 25 knot atau 46,3 kilometer di sejumlah kawan pesisir Indonesia.

BACA JUGA: Puncak Musim Hujan Diprediksi Terjadi pada Februari 2025, Warga Diminta Waspada Peralihan Musim

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Fenomena Khusus BMKG Miming, memaparkan bahwa potensi angin kencang ini diprakirakan menyasar kawasan pesisir timur Kalimantan Utara, pesisir timur Kalimantan Timur, selat Makassar bagian utara, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

Potensi angin kencang di wilayah tersebut menurut tim BMKG berpotensi berlangsung dalam beberapa jam ke depan atau setidaknya hingga pukul 00:00 WIB dini hari nanti.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena pengaruh dari kecepatan angin maksimum badai tropis Trami yang meningkat dalam kategori II dan bergerak dari arah barat laut menjauhi Indonesia.

Adapun siklon tropis Trami itu sejak Selasa (22/10) dini hari terpantau di Laut Filipina, tepatnya di sekitar 14,5 derajat Lintang Utara - 126,0 derajat Bujur Timur (sekitar 1.240 kilometer sebelah utara Tahuna) dengan kecepatan angin maksimum 74 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 990 hPa bergerak ke arah barat laut.

Dalam waktu yang bersamaan, tim BMKG juga mengingatkan pelayaran kapal untuk meningkatkan kewaspadaan dampak tidak langsung berupa gelombang laut yang tinggi hingga 1,25 meter - 4 meter di Indonesia akibat siklon Trami.

Gelombang laut yang tinggi 1,25 - 2,5 meter menyasar kawasan Selat Makassar bagian utara, laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sitaro hingga Bitung, Laut Maluku, Perairan barat dan utara Halmahera, Laut Halmahera.

Sementara untuk tinggi gelombang 2,5 meter - 4 meter diperkirakan akan menyasar kawasan Samudera Pasifik utara Papua Barat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online