Calvin Verdonk Sebut Gelar ASEAN Cup Modal ke Piala Asia 2027
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Ilustrasi politik (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pendidikan politik merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk menciptakan pemilu yang berkualitas dan tingkat partisipasi tinggi. Hal ini diutarakan pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Ardli Johan Kusuma.
"Indikator keberhasilan proses pemilu salah satunya adalah tingkat partisipasi masyarakat melibatkan diri dalam prosesnya," kata Ardli di Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Menurut dia, partisipasi yang dimaksud bukan hanya sekedar memberikan hak suaranya saja melainkan ikut serta mengawasi jalannya pemilu atau pilkada.
Ia mengatakan bahwa jika proses pemilu disertai dengan partisipasi pemilih yang tinggi, setidaknya hasil pemilu memiliki tingkat legitimasi yang kuat.
"Dengan catatan partisipasinya tidak hanya dalam hal pemilihan tetapi juga dalam pengawasan demi terciptanya pemilu yang berkualitas," tuturnya.
Ardli menambahkan, untuk mencapai tingkat partisipasi politik yang tinggi tentunya dibutuhkan proses pendidikan politik yang baik.
Untuk itu, Ia menekankan bahwa pendidikan politik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, penyelenggara, dan partai politik saja, namun semua elemen masyarakat harus terlibat dalam mencerdaskan rakyat.
Karena dengan keterlibatan semua elemen masyarakat, lanjut Ardli, maka diharapkan semua lapisan masyarakat dari tingkat bawah hingga atas memiliki pengetahuan yang sama terkait pemilu sehingga partisipasi dapat meningkat dan pemilu semakin berkualitas.
BACA JUGA: Cak Imin Usulkan Aturan Penambahan Komisi di DPR Dimasukkan UU MD3
"Proses pendidikan politik tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja melainkan perlu melibatkan semua elemen masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mendorong partisipasi pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, yakni dengan mewadahi deklarasi pilkada bagi pemilih pemula yang digelar bersamaan pencanangan Peringatan Hari HAM Sedunia Ke-76.
Menkumham Supratman Andi Agtas mengatakan, pemilih pemula memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan Indonesia. Setiap suara pemilih pemula menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa menuju arah kebijakan yang lebih baik.
“Pemilih pemula tidak hanya memiliki hak untuk memberikan suara, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menggunakan hak tersebut dengan bijak. Kalian harus menyadari bahwa setiap suara yang diberikan adalah sebuah pernyataan akan harapan dan aspirasi kalian untuk masa depan,” ucap Supratman di Jakarta, Rabu (25/9/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Badan Mutu KKP Yogyakarta dan BBPOM Yogyakarta memperkuat sinergi pengawasan mutu dan keamanan pangan asal ikan melalui Rencana Aksi dan joint inspection
Prabowo meresmikan enam Kodam baru, termasuk Kodam XXVI/Mataram di DIY. Berikut daftar Kodam dan Pangdam yang ditunjuk.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.