El Nino dan Karhutla Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Nabire Capai 2,82 Persen
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, CILACAP—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi gelombang tinggi di laut selatan Jawa Barat hingga Jawa Tengah khususnya di wilayah Samudra Hindia. Nelayan diimbau untuk tetap waspada.
"Gelombang tinggi masih berpotensi terjadi karena musim angin timur masih berlangsung hingga saat ini," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024).
Dalam hal ini, kata dia, pola gerak angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut.
Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan permodelan, tinggi gelombang laut selatan Jabar-Jateng pada hari Senin (2/9/2024) hingga Selasa (3/9/2024), pukul 19.00 WIB, secara umum diprakirakan berkisar 1,25-2,5 meter atau masuk kategori sedang.
Beberapa hari sebelumnya, tinggi gelombang laut selatan Jabar-Jateng secara umum sempat mencapai kisaran 2,5-4 meter yang masuk kategori tinggi.
"Tinggi gelombang hari Senin (2/9/2024) hingga Selasa (3/4/2024), pukul 19.00 WIB, memang masuk kategori sedang. Akan tetapi pada periode Selasa (3/9/2024), pukul 19.00 WIB, hingga Rabu (4/9/2024), pukul 19.00 WIB, gelombang tinggi kembali berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar-Jateng," katanya.
Menurut dia, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipicu oleh pola angin yang dominan bergerak arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4-20 knot.
BACA JUGA: Kulineran di Jogja, Jangan Lupa Mampir ke Kedai Burger Lokal
Meskipun gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar-Jateng, dia mengatakan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Sukabumi-Cianjur, perairan selatan Garut-Pangandaran, perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen-Purworejo, dan perairan selatan DIY diprakirakan masuk kategori sedang.
"Namun, kami mengimbau para pengguna jasa kelautan khususnya nelayan agar selalu memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran sebelum berangkat melaut," katanya.
Berdasarkan analisis, kata Teguh, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan serta kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang.
Selanjutnya, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri serta kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo serta kapal pesiar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.