Kekeringan, 24 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Dapat Bantuan Air Bersih dari BPBD

Newswire
Newswire Selasa, 20 Agustus 2024 21:47 WIB
Kekeringan, 24 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Dapat Bantuan Air Bersih dari BPBD

Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu

Harianjogja.com, SEMARANG—Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapat bantuan air besih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah karena terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jateng Muhamad Chomsul, di Semarang, menyebutkan setidaknya 6.346.000 liter air bersih telah terdistribusi ke daerah terdampak kekeringan.

"Dalam dua bulan terakhir kami telah mendistribusikan sekitar 6.346.000 liter air bersih untuk 91 kecamatan dan 193 desa yang tersebar di 24 kabupaten/kota," katanya, Selasa (20/8/2024).

Kabupaten/kota yang menerima distribusi air bersih antara lain Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Purworejo, Kebumen, Klaten, Pemalang, Kendal, Pati, Blora, Temanggung, Banyumas, dan Grobogan.

"Dari data yang ada, wilayah yang paling parah terdampak kekeringan adalah Kabupaten Grobogan, dengan 53 desa yang sudah menerima droping air," katanya.

"(Daerah) yang juga mengalami dampak signifikan adalah Cilacap, Pati, Banyumas, Purworejo, dan Blora."

BACA JUGA: Potensi Pasar Minyak Goreng Merah di DIY Sedang Dikaji, Bakal Didatangkan dari Sumatra Utara

Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau, BPBD Jateng bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun.

Chomsul menjelaskan upaya tersebut termasuk koordinasi untuk pengelolaan sumber air, seperti waduk dan embung yang mengalami penurunan kapasitas akibat dampak fenomena El Nino.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari sumber air alternatif, seperti sumur dalam serta melakukan pengelolaan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi kemarau," katanya.

Selain itu BPBD Jateng juga telah mendirikan posko pendampingan untuk 35 kabupaten/kota dan berkoordinasi intensif dengan melibatkan OPD terkait seperti Dinas Kehutanan dan Kehutanan, serta Dinas Pertanian untuk menangani dampak kekeringan.

"Kerja sama juga dilakukan dengan CSR (Corporate Social Responsibility) dan Baznas untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah yang terdampak," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online