Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Tebo Ditindak, Sarana Tambang Dimusnahkan
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Asap mengepul dari lokasi kebakaran selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, Kamis (7/4/2022)./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Ukraina mengatakan tidak berminat untuk mengambil alih wilayah di daerah perbatasan Rusia, Kursk, tempat Kiev melancarkan serangan pekan lalu yang menyebabkan evakuasi massal di beberapa wilayah perbatasan.
"Saya ingin menekankan bahwa, tidak seperti Rusia, Ukraina tidak membutuhkan sesuatu yang menjadi milik orang lain. Ukraina tidak berminat untuk mengambil alih wilayah Kursk, tetapi kami ingin melindungi kehidupan rakyat kami," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, di Kiev, Selasa (13/8).
Dengan mengeklaim bahwa Rusia telah melancarkan lebih dari 2.000 serangan dari Kursk ke wilayah Sumy di timur laut Ukraina sejak awal musim panas, Tykhyi mengatakan Kiev tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melancarkan serangan jarak jauh guna melindungi diri dari serangan semacam itu.
“Jadi ada kebutuhan untuk membebaskan wilayah perbatasan ini dari pasukan Rusia yang menyerang Ukraina atau memberikan perlindungan untuk teror terhadap warga Ukraina. Kami akan terus melakukannya dengan cara yang dianggap perlu untuk memastikan keamanan dan melindungi Ukraina," ucapnya.
Tykhyi juga mengatakan bahwa serangan Ukraina membantu Kiev di bagian lain dari garis depan karena hal itu mencegah Rusia mengerahkan lebih banyak pasukan ke garis depan Donetsk.
Dia menambahkan bahwa tujuan serangan lintas batas negara itu adalah untuk melindungi nyawa rakyat Ukraina dan melindungi wilayah Ukraina dari serangan Rusia.
“Semakin cepat Rusia setuju untuk memulihkan perdamaian yang adil, khususnya berdasarkan Formula Perdamaian yang mengarah pada perdamaian tersebut, semakin cepat pula serangan Pasukan Pertahanan Ukraina di wilayah Rusia akan dihentikan,” tuturnya.
“Ini adalah tindakan yang benar-benar sah dari pihak Ukraina, khususnya, dalam kerangka penerapan hak membela diri sesuai dengan Piagam PBB,” tambahnya.
Adapun pada Selasa lalu, Rusia mengatakan bahwa pasukan Ukraina, termasuk tank dan kendaraan tempur lapis baja, menyerang posisi militer Rusia di dekat dua permukiman perbatasan di wilayah Kursk.
Sejak saat itu, Moskow melaporkan bahwa mereka telah menangkis serangan ke wilayah perbatasan oleh pasukan Ukraina, selain melawan serangan udara yang dilancarkan ke Kursk dan wilayah sekitarnya.
Pada 7 Agustus, Putin menuduh Kiev melakukan provokasi berskala besar dan penembakan tanpa pandang bulu.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengomentari tuduhan tersebut dengan mengatakan Rusia membawa perang ke tanah Ukraina dan harus merasakan apa yang telah dilakukannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.