Punya Side Hustle Tapi Uang Cepat Habis? Ini Cara Ngaturnya!
Punya side hustle tapi uang tetap habis? Ini cara mengatur penghasilan tambahan agar benar-benar jadi tabungan dan investasi masa depan.
Ilustrasi - Warga bersama aparat kepolisian saat berusaha mengevakuasi mobil yang terjebak akibat terdampak banjir lahar hujan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Harianjogja.com, PADANG—Warga yang tingga di banytaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi, Sumatera Barat, diminta untuk mewaspadai potensi banjir bandang susulan. Imbauan itu disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Pada saat musim hujan atau intensitas hujan tinggi, area sekitar sungai yang berhulu di Gunung Marapi masih berpotensi terjadi banjir bandang susulan," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Sabtu.
Hal tersebut disampaikan Kepala PVMBG terkait hasil penyelidikan pendahuluan gerakan tanah di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi mengantisipasi banjir bandang susulan, salah satunya melalui operasi teknologi modifikasi cuaca atau TMC.
Rekayasa cuaca tersebut diharapkan mampu memindahkan bibit-bibit awan hujan dari lokasi terdampak bencana ke laut lepas.
Dalam laporan yang disampaikan PVMBG diketahui tipe gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Agam maupun di Kabupaten Tanah Datar adalah aliran bahan rombakan, atau banjir bandang yang dipengaruhi material pascaerupsi Gunung Marapi.
BACA JUGA: Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Lahar Hujan Gunung Marapi Jadi 67 Orang
BACA JUGA: Alat Peringatan Dini Banjir Bandang Bakal Dipasang di Tujuh Aliran Sungai Marapi
Menyikapi adanya potensi banjir badang susulan dan gerakan tanah, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi di antaranya, pertama, instansi itu menyarankan agar masyarakat yang masih bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi segera mengungsi ke lokasi yang jauh lebih aman.
PVMBG menyarankan agar dilakukan pemantauan perkembangan aliran bahan rombakan untuk mengetahui kondisi terkini, khususnya pada area sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.
Selanjutnya, apabila terjadi perkembangan aliran bahan rombakan susulan pada jalur alur sungai, masyarakat diminta segera menjauh dari lokasi gerakan tanah atau alur sungai.
Kemudian, kata Hendra, PVMBG juga menyarankan agar segera dibangun sabo dam yang berfungsi sebagai pengendali aliran sungai yang berhulu dari gunung api tersebut.
"Termasuk juga memperbaiki dan memperbesar gorong-gorong sungai, normalisasi sungai serta perbaikan keairan terutama di bagian hulu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Punya side hustle tapi uang tetap habis? Ini cara mengatur penghasilan tambahan agar benar-benar jadi tabungan dan investasi masa depan.
Pakar UGM menjelaskan autoimun dipengaruhi genetik dan lingkungan. Stres, kelelahan, serta paparan matahari berlebih dapat memperparah kondisi.
KPK menduga Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memakai Rp2,25 miliar hasil korupsi untuk membeli saham RS SSM dan masih mendalami aliran dananya.
Selamat pagi dari Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 22 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.