Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Kandang Ayam di Semarang, 7.000 Anak Ayam Mati Terpanggang

Hawin Alaina
Hawin Alaina Rabu, 08 Mei 2024 21:47 WIB
Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Kandang Ayam di Semarang, 7.000 Anak Ayam Mati Terpanggang

Kebakaran - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, UNGARAN—Sebuah kandang ayam milik warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (8/5/2024) dini hari hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi sebanyak 7.000 anak ayam berumur satu pekan mati terpanggang.

Kapolsek Ambarawa AKP Abdul Mufid menjelaskan kebakaran kandang ayam tersebut terjadi pada dini hari berlokasi di Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa. Kejadian itu kali pertama diketahui warga sekitar yang melihat munculnya kepulan asap dari kandang yang mempunyai dua lantai.

BACA JUGA: Agar Netral, Pandu Dorong Dukuh Jadi KPPS saat Pilkada Bantul 2024

“Kandang berbentuk panggung, bagian bawah digunakan untuk kamar pegawai dan peralatan kandang. Sedangkan bagian atas digunakan untuk kandang. Warga sekitar Andreas Bayu, 47, rumahnya berjarak kurang lebih 300 meter dari kandang yang mengetahui pertama kali kepulan asap dari bagian tengah kandang,” kata AKP Mufid dikutip dari Solopos, Rabu.

Lebih lanjut di lokasi kejadian, Kanit Reskrim Iptu A. Ruly Asmoro mengatakan kandang yang terbakar milik Dwi Puji, 42, warga Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa dan berisi kurang lebih 7.000 ekor ayam.

“Ada sekitar 7.000 ekor ayam berumur 1 minggu yang terbakar saat kejadian, untuk pegawai kandang Samijo, 52, saat kejadian dapat menyelamatkan diri,” bebernya.

Iptu Ruly menjelaskan dari hasil pemeriksaan di lokasi terdapat bekas korsleting di tiang bagian tengah kandang yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Saat kejadian, pihaknya berkoordinasi dengan pihak PLN guna dilakukan pemadaman arus di sekitar lokasi.

BACA JUGA: Saksi Bongkar Fakta SYL Bayar ART hingga Beli Sapi Rp360 Juta dari Patungan Pegawai Kementan

Untuk memadamkan kebakaran, kata Iptu Ruly, sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran pos Damkar Ambarawa dikerahkan. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.10 WIB dan selanjutnya dilakukan proses pendinginan. Atas kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Sementara itu, saksi Andreas Bayu menerangkan pihaknya saat kejadian sekitar pukul 03.30 WIB dini hari merasa curiga karena lampu di dalam rumahnya redup.

“Berawal dari lampu di rumah saya redup saya akhirnya keluar rumah untuk memastikan meteran listrik. Namun ternyata melihat percikan api dari kandang ayam milik Pak Dwi. Setelah dicek ternyata Pak Samijo sudah berusaha menyelamatkan diri,” terang Andreas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos.com

Share

Lajeng Padmaratri
Lajeng Padmaratri Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online