Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tekuk Chelsea
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Guru - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, PALANGKARAYA—Para guru yang merupakan Guru Penggerak menempuh pendidikan untuk dibentuk menjadi pemimpin pembelajaran. Hal ini ditekankan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Kasiman menuturkan para Guru Penggerak selama pendidikan telah diberi materi tentang pembelajaran yang berpusat pada murid dan berdiferensiasi yang disesuaikan dengan transformasi Kurikulum Merdeka.
“Guru Penggerak itu dididik untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Semuanya sudah dikaitkan antara kurikulum kemudian gurunya yang bertransformasi,” katanya dalam kunjungan kerja Kemendikbudristek ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (20/3/2024).
Guru Penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif, dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.
Sebelum menjadi Guru Penggerak, kata dia, para guru dengan kriteria tertentu harus mengikuti berbagai tahap seleksi yang jika mereka lolos maka akan menempuh pendidikan Guru Penggerak selama enam bulan.
Kasiman menjelaskan calon Guru Penggerak selama pendidikan akan menerima sekitar 10 modul yang meliputi pembelajaran berpusat pada murid, pembelajaran berdiferensiasi, kepemimpinan pembelajaran, serta pembelajaran asset based thinking.
BACA JUGA: Golkar Minta Jatah Lima Kursi Menteri, Pengamat: Itu Wajar
Melalui modul-modul tersebut, lanjutnya, calon Guru Penggerak diajarkan agar tidak mengeluh dengan kondisi, fasilitas, sarana, prasarana yang ada, namun justru mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Guru Penggerak dipercaya akan bisa memetakan kompetensi yang ada di sekolah, kemudian mengoptimalkan demi kemajuan pendidikan dan pengembangan kualitas para murid.
“Misal guru itu punya keterampilan apa, istri atau suami guru itu punya kemampuan apa, orang tua murid punya kapasitas apa. Misalnya ada yang tukang jahit, pintar masak, pintar Bahasa Inggris. Aset itu kemudian dirangkul untuk mengembangkan sekolah,” kata Kasiman.
Menurutnya, pendidikan Guru Penggerak memang didesain agar Guru Penggerak siap menjadi pemimpin pembelajaran di satuan-satuan pendidikan di Indonesia, sehingga mampu mempengaruhi dan mengimbaskan ilmunya kepada guru lain melalui aksi nyata.
“Guru Penggerak ini tidak hanya belajar, tetapi sudah praktik aksi nyata di sekolahnya dan itu langsung diimbaskan ke anak-anak didik kita, ke guru-guru di satu sekolahan dan guru setempat di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.