6 WNI Ditangkap karena Diduga Terlibat Perampokan Bersenjata, Ini Keterangan Kemenlu

Erta Darwati
Erta Darwati Rabu, 20 Maret 2024 14:47 WIB
6 WNI Ditangkap karena Diduga Terlibat Perampokan Bersenjata, Ini Keterangan Kemenlu

Ilustrasi perampokan dan perampasan./Harian Jogja

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak enam warga negara Indonesia (WNI) ditangkap karena diduga terlibat perampokan bersenjata di Hong Kong. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pun memberikan keterangan resmi terkait dengan hal tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan bahwa KJRI Hong Kong telah menerima informasi penangkapan dari kepolisian setempat. "KJRI Hongkong telah menerima informasi dari Kepolisian Hong Kong (HKPF) mengenai penangkapan 6 WNI yang diduga terlibat perampokan bersenjata tajam pada toko arloji mewah di daerah Causeway Bay Hong Kong," katanya, saat ditanyai awak media, dikutip Rabu (20/3/2024).

Dia menjelaskan bahwa saat ini KJRI Hong Kong telah meminta akses kekonsuleran untuk menemui 6 WNI yang ditangkap tersebut. HKPF telah menyampaikan akses segera diberikan setelah proses penyelidikan selesai dan jika izin diberikan oleh para WNI tersebut. Berdasarkan info dari HKPF, Judha menyatakan bahwa dari 6 WNI tersebut, 4 orang telah menjalani penahanan di correctional facility HKPF dan 2 orang dilepaskan dengan jaminan.

Baca Juga

Komplotan Perampok Culik Perempuan Boyolali, Korban Dipaksa Masuk Mobil dan Perhiasan Dilucuti

Detik-detik Baku Tembak Polisi vs Perampok, 1 Tewas

Jadi Korban Perampokan, Selebgram Michael Rendy Wiyono Sempat Duel dengan Pelaku

"4 orang telah menyampaikan consent, sedang 2 orang lainnya belum memberikan consent untuk akses kekonsuleran KJRI Hong Kong," ujarnya.

Kemudian, dia menyatakan KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan HKPF untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Selain itu, KJRI Hong Kong juga akan memastikan para WNI tersebut mendapatkan akses kekonsuleran bagi yang memberikan izin dan hak-hak pendampingan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun dia menjelaskan bahwa kejahatan perampokan toko arloji mewah banyak terjadi di Hong Kong dalam 3 tahun terakhir. Dia menjelaskan bahwa HKPF sejauh ini menduga berbagai kejahatan perampokan tersebut dilakukan oleh sindikat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online