Kaya Protein, Kedelai Lokal Diserap untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Newswire
Newswire Jum'at, 15 Maret 2024 06:17 WIB
Kaya Protein, Kedelai Lokal Diserap untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Pembelian varietas kedelai lokal Grobogan karena ditanam secara organik. Para petani memilih untuk menjual secara langsung kedelai hasil panenannya. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Varietas kedelai lokal ternyata memiliki kandungan protein cukup tinggi. Salah satunya kedelai varietas Grobogan karena ditanam secara organik. Para petani memilih untuk menjual secara langsung kedelai hasil panenannya.

Selain itu proteinnya lebih tinggi lokal yang mencapai 43-44 persen, dibanding impor yang hanya 38 persen. Kedelai lokal lebih fresh, sementara kedelai impor adalah transgenik atau Genetically Modified Organism (GMO). Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional, pada tahun 2023 tercatat ketersediaan stok kedelai berada di kisaran 2,8 juta ton, dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan nasional yang dapat mencapai 3 juta ton setiap tahunnya.

BACA JUGA : Petani Bantul Kembangkan Kedelai Kinclong, Ini Keunggulannya

Salah satu perusahaan swasta yang berani membeli hasil panen kedelai lokal dengan jumlah cukup tinggi adalah FKS Multi Agro. Upaya menyerap kedelai lokal dari ratusan petani itu untuk mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan stok nasional.

Perwakilan Kelompok Tani Grobogan Sujono mengatakan FKS telah melakukan pembelian varietas kedelai Grobogan dengan jumlah 50 ton dari para petani secara bertahap. Kedelai varietas ini memiliki keunggulan tersendiri karena ditanam secara organik. Menurutnya dalam sejumlah penelitian mengungkap kedelai varietas Grobogan memiliki nilai protein tinggi.

"Sehingga kami sangat senang atas inisiatif untuk membeli hasil panen kami dengan harga yang menguntungkan. Hal ini tentu akan meningkatkan semangat petani untuk terus menghasilkan kedelai berkualitas terbaik. Harapannya ketika produktivitas meningkat, kesejahteraan petani juga meningkat," katanya.

Para petani lokal diharapkan dapat konsisten untuk terus meningkatkan kualitas panennya. Sehingga daya saing ikut meningkat dan kebutuhan pangan nasional mampu disokong oleh para petani lokal.

“Kerja keras petani lokal patut diapreasiasi dan progam ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah," kata Direktur Utama dari FKS Multi Agro Agung Cahyadi Kusumo.

Tak hanya kali ini saja, sebelumnya pembelian kedelai lokal juga dilakukan di wilayah petani DIY pada 2022 silam. Program berkelanjutan juga turut digulirkan dengan membina UMKM melalui program pelatihan pembuatan tempe yang efisien dan higienis.

Adapun saat ini pasokan kedelai lokal memang belum dapat mencukupi secara nasional. Pada 2021 misalnya konsumsi langsung kacang kedelai di Indonesia mencapai 13 ribu ton dan untuk kebutuhan industri mencapai 2,8 juta ton.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online