5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Mahfud MD - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD mengakui adanya konflik kepentingan yang menjadi latar belakang alasan mundur dari jabatannya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (MenkoPolhukam), dalam lingkungan kabinet Presiden Joko Widodo.
Mahfud menyebut telah mengalami "conflict of interest" yang tidak bisa terhindarkan antara melaksanakan tugas sebagai MenkoPolhukam dan kampanye sebagai cawapres.
"Terkadang terasa ada konflik kepentingan ketika saya berkunjung ke daerah sebagai Menko tidak sebagai cawapres, terkadang ada saja orang berteriak Bapak Cawapres, jadi menjadi tidak enak, sehingga saya harus berhenti berjalan-jalan atau berkunjung ke mana-mana sebagai Menko, karena conflict of interest tidak bisa terhindarkan antara melaksanakan tugas Menko dan kampanye, kadangkala sulit dibedakan," katanya, saat ditanyai awak media, pada Jumat (2/2/2024).
Mahfud mengatakan bahwa secara resmi sudah mengajukan surat berhenti, dan minta berhenti sebagai MenkoPolhukam kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena urusan politik, kemarin sore.
"Artinya bukan konflik, ya politik, saya masuk ke kontes politik menjadi pasangan calon wakil presiden. Saya mengundurkan diri ya sesudah mencoba 4 bulan atau 3 bulan sejak pencalonan di bulan Oktober itu, ternyata sangat sibuk. Meskipun dalam aturan itu boleh menjadi menteri sambil menjadi calon, boleh. Tapi ternyata sesudah menjalani, saya sibuk," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengaku bahwa selama ini setelah dia mengajukan sebagai cawapres, tidak melanggar aturan sama sekali.
"Memang selama ini Alhamdulillah saya tidak melanggar aturan sama sekali. Pertama ketika saya dicalonkan itu pada tanggal 18 Oktober itu pendaftaran, tanggal 20 Oktober hari Jumat kita berkumpul di sini, saya menyatakan MenkoPolhukam pegawainya dari atas sampe ke bawah tidak boleh ikut-ikutan politik, harus netral," ucapnya.
BACA JUGA: Erupsi Gunung Merapi, Hari Ini Guguran Lava Meluncur Empat Kali
Dia menegaskan bahwa meski ada yang mendukungnya di Kementerian yang dia pimpin tersebut, tetapi tetap tidak boleh ikut memberi dukungan, berkampanye, apalagi memakai kaos bergambar dirinya.
Lalu, dia menekankan karena Aparatur Sipil Negara (ASN), maka yang tidak suka dengannya, dan mungkin mendukung calon lain, juga tidak boleh ditunjukkan di kantor KemenkoPolhukam RI.
"Itu yang saya lakukan pertama ketika dulu saya dinyatakan sebagai calon wakil presiden secara resmi oleh KPU. Dua hari kemudian saya disini berkumpul dengan saudara. Saya minta jangan satupun yang ikut gerakan politik, dan Alhamdulillah sampai sekarang netral," katanya.
Sementara itu, dia menegaskan bahwa setiap kampanye sebagai cawapres, maka dia akan mengambil cuti sebagai MenkoPolhukam.
"Saya masa tiap minggu bikin surat cuti. Tidak enak. Tiap minggu cuti untuk kampanye. Saya juga tidak menggunakan fasilitas kantor sama sekali. Kecuali yang melekat ke pejabat itu orang misal ajudan itu pakai, karena itu tetap dipakai. Mulai dari presiden hingga pejabat tertentu itu boleh dengan tugas profesional mereka," kata Mahfud MD. (Sumber: Bisnis.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap untuk rute YIA–Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya, beserta tarif serta cara beli tiket.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.