RUU Kedokteran Hewan Dikebut, PDHI Gelar Safari Nasional
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Dampak gempa bumi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SUKABUMI—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat gempa M4,6 yang terjadi pada Kamis, (14/12/2023) sekitar pukul 06.35 WIB, mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, rusak.
"Hingga kini kami masih melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak bencana gempa," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria di Sukabumi, Kamis.
Informasi yang dihimpun tim penanggulangan bencana ada empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdampak gempa yang berpusat di Kota Bogor tersebut, yakni Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Cikembar dan Kadudampit.
BACA JUGA : Gempa Bumi Guncang Sukabumi Jawa Barat Magnitudo 4,7 Kedalaman 5 Km Pagi Ini
Dari empat kecamatan tersebut yang paling parah terdampak gempa yakni Kabandungan, di mana ada ratusan rumah warga yang rusak tersebar di beberapa desa seperti Desa Cihamerang sebanyak 41 rumah rusak (39 unit rusak ringan dan 2 unit rusak sedang) dengan jumlah penyintas 41 kepala keluarga atau 139 jiwa.
Kemudian di Desa Cipeuteuy total ada 137 rumah rusak, dengan rincian 38 rusak ringan, 26 rusak sedang dan tiga rusak berat. Untuk jumlah penyintas masih dalam pendataan. Tidak hanya itu, di desa ini dua unit fasilitas umum rusak dan jalan retak di dua titik.
Di Desa Tugubandung sebanyak 18 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang dengan jumlah penyintas 21 KK atau 79 jiwa. Di Desa Kabandungan ada 37 rumah rusak ringan dengan jumlah penyintas 37 KK atau 130 jiwa. Desa Mekarjaya sebanyak 18 rumah rusak ringan dan satu rusak sedang. Jumlah penyintas 20 KK atau 70 jiwa.
Selanjutnya dampak gempa di Kecamatan Kalapanunggal tepatnya di Desa Walangsari sebanyak satu unit rumah rusak sedang.
Di Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit satu rumah rusak ringan. Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar ada satu rumah rusak sedang. Tidak ada korban jiwa pada kejadian gempa yang terjadi Kamis pagi.
Sementara Staf Humas PMI Kabupaten Sukabumi Ariel Solehudin mengatakan pihaknya telah merespons kejadian tersebut. Personel PMI Kabupaten Kabupaten Sukabumi sudah bergabung dengan petugas gabungan lainnya untuk melakukan pemantauan posko, asesmen serta membantu proses evakuasi.
Selain Itu menyiagakan personel dan satu kendaraan rescue double cabin untuk mempermudah mobilisasi di tempat kejadian. Selain itu juga personel yang ditugaskan sudah dilengkapi dengan perlengkapan pertolongan pertama.
PMI akan terus memantau serta memberikan informasi terkini seputar penanganan gempa ini, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.