10 Berita Terpopuler Jogja Hari Ini: Geng Motor, El Nino, hingga SPMB
Top Ten News Jogja 26 Mei 2026: Klinik KDMP Sleman, IWFP, geng motor Bantul, TBC Gunungkidul, hingga aturan baru masuk SD.
Tahu makanan sumber protein. - Ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana calon presiden dan calon wakil presiden 2024, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan merefocusing sejumlah anggaran pada pos APBN, untuk membiayai program makan siang dan susu gratis saat nanti terpilih.
Rencana refocusing anggaran termasuk di antaranya bantuan langsung tunai (BLT) yang selama ini diberikan bagi masyarakat tidak mampu pun mendapat kritik dari sejumlab pihak.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Arjuna Putra Aldino menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap rencana paslon Prabowo-Gibran yang berencana melakukan refocusing dan merealokasi anggaran fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan demi menjalankan program makan siang dan minum susu gratis.
Arjuna menuturkan, program bantuan pendidikan, perlindungan sosial dan kesehatan seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH telah memberi banyak manfaat bagi masyarakat kalangan bawah.
“Kalau untuk membiayai program makan siang dan minum susu gratis dengan refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Maka program seperti KIS, KIP, BPJS dan PKH bakal dihapus dong. Padahal itu sangat bermanfaat untuk wong cilik," ungkap Arjuna, Sabtu (2/12/2023).
BACA JUGA: Megaproyek Pembangunan IKN, Jokowi: Untuk Mengatasi Ketimpangan Ekonomi
Kritik juga disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti. Menurutnya masyarakat menginginkan bicara ide dan gagasan, bukan tentang makan dan minum susu gratis. "Ini jelas menurut saya harus dikritik, karena kampanye ini kita inginkan berbicara ide. Bukan berbicara tentang makan dan minum susu gratis," kata Ray saat diskusi Para Syndicate bertajuk Kampanye Pilpres, Politik Gemoy vs Politik Gagasan, Kamis (30/11/2023).
Ia juga meminta Bawaslu agar menindaklanjuti kegiatan tersebut. Menurutnya, jika itu merupakan bagian dari kampanye, maka berpotensi disebut sebagai praktik politik uang.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, pada Selasa (28/11/2023) mengatakan, sumber dana sebesar Rp400 triliun yang dibutuhkan untuk program makan siang dan susu gratis akan didapat dari pengalihan dana-dana pada pos APBN.
"Sumbernya ya dari refocusing dan realokasi uang fungsi pendidikan, perlindungan sosial dan dana kesehatan. Tergantung pada segmentasi orang bersangkutan," kata Nusron.
Nusron optimis, anggaran Rp400 triliun per tahun yang didapat dari realokasi beberapa pos anggaran, bisa mengcover 82,9 juta ibu dan anak yang bakal menerima manfaat makan siang dan susu gratis di Indonesia. Namun, target tersebut baru bisa dicapai pada 2029.
"Itu program dengan asumsi tercover 82,9 juta atau 100 persen itu baru bisa tercapai pada 2029," kata Nusron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 26 Mei 2026: Klinik KDMP Sleman, IWFP, geng motor Bantul, TBC Gunungkidul, hingga aturan baru masuk SD.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.