Edukasi Jadi Kunci Penerapan Ekonomi Sirkular Kemasan Plastik

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jum'at, 20 Oktober 2023 17:57 WIB
Edukasi Jadi Kunci Penerapan Ekonomi Sirkular Kemasan Plastik

(Ki-Ka) Executive Director of Ancora Foundation, Ahmad Zakky Habibie, Pakar Perdagangan Dunia dan Ekonomi Politik Internasional UGM, Riza Noer Arfani, Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM, Peneliti Mundane Circular Economy, Suci Lestari Yuana, danCommunications Manager Coca-Cola Indonesia/Malaysia/Singapore, Fauziah Syafarina dalam diskusi Ekonomi Sirkular, Jumat (20/10/2023). - Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Edukasi menjadi kunci dalam pelaksanaan inisiasi penanaman pengetahuan ekonomi sirkular terkait dengan pengelolaan kemasan plastik bekas pakai dan dampaknya yang berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Executive Director Ancora Foundation, Ahmad Zakky Habibie, dalam diskusi Manfaat Ekonomi Sosial dan Lingkungan dari Implementasi Ekonomi Sirkular di Indonesia di Jogja, Jumat (20/10/2023).

“Diharapkan dengan pemahaman yang tepat, semua pemangku kepentingan dapat berperan serta dan memberikan dampak positif terhadap penerapan ekonomi sirkular,” tuturnya, Jumat.

Ancora Foundation melalui program Plastic Reborn telah menerapkan berbagai kegiatan dalam bentuk pilar edukasi dan pemberdayaan, di antaranya edukasi terhadap 55.000 pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Indonesia sejak 2017.

Pembicara lainnya, pakar perdagangan dunia dan ekonomi politik internasional dari Universitas Gadjah Mada, Riza Noer Arfani, menuturkan penerapan ekonomi sirkular yang tepat dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, mulai dari memberikan kehidupan kedua bagi plastik kemasan bekas pakai hingga memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kebijakan dan program dirancang untuk mengatasi, memitigasi atau membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim dan berupaya menuju pertumbuhan ramah lingkungan melalui industri ramah lingkungan.

Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM sekaligus peneliti Mundane Circular Economy, Suci Lestari Yuana, mengatakan masyarakat memiliki peranan penting dalam proses pengelolaan kemasan plastik bekas pakai.

Communications Manager Coca-Cola Fauziah Syafarina Nasution mengatakan Coca-Cola menyadari urgensi dan kompleksitas dari kemasan plastik bekas pakai di Indonesia.

“Tidak ada entitas tunggal yang dapat mengatasi tantangan ini sendirian. Kolaborasi antarlintas organisasi menjadi kunci penting untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di Indonesia,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online