Malioboro Coffee Night 2026 Digelar dengan Melibatkan Petani Kopi, Ini Jadwalnya
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Penampilan wayang orang dalam serial film Nyantrik. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan serial film Nyantrik. Film yang diperankan oleh aktor dari generasi milenial ini diharapkan dapat menanamkan nilai budaya pada anak muda.
Film Nyantrik ini disutradarai oleh Lasja F. Susatyo. Diperankan oleh sejumlah aktris dan aktor muda di antaranya, Clara Bernadeth, Kelly Tandiono, Samo Rafael, Karina Salim, Ravil Prasetya, Omara Esteghlal, Tatyana Akman, Daniel Adnan dan Cindy Nirmala.
BACA JUGA : Kuatkan Bantul sebagai Kota Kreatif, 10.000 Pelajar Bawakan Tari Salawat Montro
Mereka mendalami seni peran lakon Mahabarata dari para maestro seperti Kenthus Ampiranto dari Wayang Orang Bharata Jakarta, Ali Marsudi dari Wayang Orang RRI Surakarta, Wasi Bantolo pengajar ISI Surakarta, Agus Prasetyo dari Wayang Orang Sriwedari Surakarta.
“Film Nyantrik ini telah kami luncurkan di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo, Kota Semarang pada Senin. Film ini diharapkan menjadi jembatan ketika yang muda belajar dari panggung wayang orang. Serial akan tayang di kanal budaya Indosiana.tv,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid dalam rilis yang diterima, Selasa (8/8/2023).
Hilmar menambahkan film ini menjadi program kolaborasi antara perwakilan generasi muda dengan para maestro wayang orang. Selama proses pembuatan, prinsip-prinsip inti dari nyantrik sangat ditekankan. Sejalan dengan kata nyantrik berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti berguru atau belajar.
“Sesuai dengan filosofi nyantrik, para cantrik [murid] dilatih bukan hanya untuk melihat dan meniru apa yang dipertunjukan oleh mentornya, tetapi juga untuk memahami secara mendalam esensi dari apa yang mereka pelajari,” katanya.
BACA JUGA : Nguri-uri Budaya dalam Temu Alumni FK-KMK UGM Lewat Petunjukan Wayang Wong
Miniseri Nyantrik dibuat sebagai jawaban atas kegelisahan melihat kenyataan lebarnya jarak antara seni klasik tradisi dan generasi muda. Awal penciptaan Nyantrik ditujukan untuk menyampaikan muatan tradisi dalam bahasa hari ini.
“Fragmen-fragmen dalam epos Mahabrata dan Ramayana yang sarat akan nasihat bijak dibungkus dengan kemasan yang menarik dan menghibur dengan perpaduan teknologi visual, namun masih dalam sentuhan seni klasik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Malioboro Coffee Night #6 digelar 29-31 Oktober 2026 dengan ribuan cangkir kopi gratis, Pasar Kopi Nusantara, dan ruang temu petani.
Presiden Prabowo menerima rekomendasi DEN terkait usulan MSCI mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market.
Erik ten Hag mengungkap alasan Cristiano Ronaldo kesulitan di MU pada 2022/2023. Ia menyoroti kebugaran dan persiapan sang megabintang.
KDK Kaliagung di Kulonprogo memberdayakan penyandang disabilitas lewat usaha keripik tempe benguk dan peternakan. Sebanyak 40 orang telah terlibat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari dua arah. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.