Ngeri! Ponsel Bisa Lebih Kotor dari Toilet, Ini Risikonya
Ponsel ternyata bisa lebih kotor dari toilet dan berisiko picu infeksi. Simak bahaya serta cara membersihkan HP yang benar.
Ilustrasi fasilitas difabel./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mengakomodir dan menghargai keberagaman karyawan khususnya penyandang Disabilitas, Alfamidi membangun fasilitas ramah disabilitas. Perseroan terus berupaya menjadi perusahaan Inklusif.
Human Capital Director Alfamidi Tri Wasono Sunu mengatakan sebagai perusahaan inkusif pihaknya membuka lapangan kerja dan pengembangan potensi karir yang sama dengan karyawan lainnya.
BACA JUGA: Ada Patahan Sesar, Satu Kampung Berisi 200 KK di Relokasi
Tidak hanya itu, perusahaan juga selalu berusaha menciptakan lingkungan kerja yang harmonis sehingga seluruh karyawan dapat memaksimalkan produktivitas dalam bekerja ataupun beraktivitas di lingkungan kerja.
Salah satu yang dilakukan adalah mengakomodir pembangunan sarana dan prasarana bagi para disabilitas agar mereka merasa nyaman saat bekerja. Pembangunan sarana itu berupa area parkir khusus, kursi prioritas yang akan diletakkan di lobi kantor Cabang, dan pembuatan ramp (jalur tangga disable) agar memudahkan saat mobilitas.
"Saat ini sedang dalam tahap Pembuatan Ramp sebagai pilot project di Cabang Boyolali dan sudah 50% pengerjaan. Lalu pembangunan untuk parkir dan kursi prioritas untuk disabilitas di semua kantor Cabang Alfamidi. Target kami proses yang sedang berjalan ini dapat selesai di awal September," ujarnya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (29/7/2023).
Selain sarana, kata Sunu, perusahaan juga menyediakan prasarana seperti materi video pembelajaran yang saat ini sudah dilengkapi dengan teks agar teman-teman Tuli bisa menyerap dengan baik materi pelatihan yang disampaikan. Cara ini sangat membantu dalam proses pengembangan kompetensi mereka.
"Sejak tahun 2019, kami aktif memberikan kesempatan bagi penyandang Disabilitas bergabung menjadi karyawan melalui program Alfability sesuai dengan kompetensi bidang pekerjaannya. Hingga 30 Juni 2023, Alfamidi telah mempekerjakan sebanyak 255 disabilitas yang tersebar baik di area toko, gudang, maupun kantor," jelasnya.
Di sisi lain perusahaan juga aktif memberikan pelatihan bagi karyawan non disabilitas agar mampu merangkul dan mendorong potensi rekan disabilitas. Kelas bahasa isyarat misalnya, diadakan rutin agar para karyawan mampu berinteraksi secara baik dengan rekan Tuli.
"Kami berkomitmen untuk menjadi wadah terbaik agar mereka mendapatkan peluang dan hak yang sama. Hal ini menjadi suatu bukti nyata bentuk dukungan Perusahaan dan implementasi dari UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," paparnya.
Sunu meyakini, mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau kognitif pasti memiliki kelebihan pada aspek lain. "Yang paling patut diapresiasi dan dicontoh adalah semangatnya dalam bekerja," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ponsel ternyata bisa lebih kotor dari toilet dan berisiko picu infeksi. Simak bahaya serta cara membersihkan HP yang benar.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.