Bedah Buku Jadi Ruang Literasi dan Penguatan Karakter Anak
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia membangun fasilitas air bersih untuk masyarakat yang kekurangan air di Desa Kerug, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah./Istimewa
MAGELANG—PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melakukan aksi nyata dalam berbagi kasih dengan membangun fasilitas air bersih untuk masyarakat yang kekurangan air di Desa Kerug, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Nur Widyatmoko, Junior Area Manager Mirae Asset, mengatakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang bertema Beraksi dan Berbagi dalam Kasih itu dilakukan perusahaan dengan berkolaborasi bersama SMA Pangudi Luhur Van Lith, Magelang.
“Kami berharap dapat membantu masyarakat agar mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan. Di sisi lain, kegiatan ini juga dapat memberi motivasi belajar tentang kasih, kepedulian, serta menabung dan berinvestasi sejak dini pada siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith,” ujar Widyatmoko dalam keterangan resmi, 20 Juli 2023.
Dia menambahkan bahwa kegiatan CSR tersebut dilakukan dengan membangun jaringan air bersih bagi Desa Kerug yang kekurangan suplai air bersih khususnya pada musim kemarau, mengingat posisinya yang berada di Pegunungan Menoreh. Jaringan air bersih baru itu akan memudahkan lebih dari 30 kepala keluarga (KK) di Desa Kerug yang berbukit untuk mengakses air bersih, di mana sebelumnya harus diambil dengan jarak 1 km.
Kegiatan CSR pembangunan jaringan air bersih di Desa Kerug sudah dimulai sejak 17 Juli 2023 dan menjadi ajang bahu-membahu antara Mirae Asset Sekuritas, penduduk, serta siswa-siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith yang melibatkan lebih dari 182 orang. Kegiatan mencari sumber air baru, memasang pompa air, hingga membangun jaringannya itu berlangsung hingga 20 Juli 2023.
Desa Kerug adalah salah satu jalur penyebaran agama oleh perintis Katolik di Jawa yaitu Romo Franciscus Georgius Josephus Van Lith. Sekarang, jalurnya kerap dijadikan napak tilas dan ziarah rohani penganut Katolik dan Yesuit, yang menjadi agenda tahunan rutin siswa tahap akhir SMA Pangudi Luhur Van Lith. Jalur itu meliputi Muntilan, Desa Kerug, dan berakhir di Gua Maria di mata air Sendangsono Kulon Progo (Yogyakarta) dengan jarak total 30 km.
Sekolah tingkat atas tersebut didirikan Romo van Lith sebagai Normaalschool (sekolah guru pribumi) dan Kweekschool (sekolah guru berbahasa Belanda) pada 1904 di Muntilan. Karena itu, selain dikenal sebagai misionaris, Romo van Lith yang berkebangsaan Belanda itu juga menjadi tokoh pendidikan Indonesia.
Widyatmoko berharap kegiatan CSR itu akan membantu kehidupan masyarakat Desa Kerug dan juga bagi di masa depan siswa-siswa SMA Pangudi Luhur Van Lith sehingga nantinya mereka mampu bersaing untuk menjadi sumber daya yang diunggulkan demi memajukan nusa, bangsa, dan negara.
Ke depannya, dia berharap niat baik acara itu dapat menular dan meningkatkan kesadaran pihak lain untuk berbuat baik kepada lebih banyak orang dan dengan dampak yang lebih luas lagi untuk kepada pihak-pihak lemah dari sisi fisik, harta, maupun psikis, sehingga membutuhkan bantuan.
“Mari berbagi berkah dengan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini juga bertujuan supaya anak-anak yang merupakan masa depan kita semua selalu bersemangat berbagi kasih dan giat belajar untuk mencapai cita-citanya di kemudian hari," ujar Widyatmoko.
Dia mengatakan aksi sosial itu juga merupakan bentuk tanggung jawab Mirae Asset sebagai perusahaan yang menerapkan nilai-nilai tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (environmental, social, and governance/ESG).
Aksi CSR tersebut merupakan salah satu bentuk inovasi kegiatan CSR yang dilakukan Mirae Asset Sekuritas yang secara rutin menggelar CSR baik dalam berbagai bidang yaitu pendidikan, fasilitas kesehatan, sosial, kegiatan keagamaan, dan lingkungan. Tahun ini, Mirae Asset mengajak seluruh cabangnya yang disebut Office Education (OE) untuk melakukan CSR agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam acara CSR Beraksi dan Berbagi dalam Kasih tersebut, turut hadir Koordinator Aksi Sosial (Aksos) Sekolah Pangudi Luhur Van Lith 2023 Dimas Arment, Sesepuh Desa Kerug Purwosutirto, dan Ketua RT Desa Kerug Yunarto. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.