Menghadapi Dampak El Nino, Indonesia Siap Impor 1 Juta Ton Beras dari India

Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela Kamis, 15 Juni 2023 22:57 WIB
Menghadapi Dampak El Nino, Indonesia Siap Impor 1 Juta Ton Beras dari India

Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengamankan pasokan beras 1 juta ton dari India untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah India untuk pasokan beras tersebut. Nantinya, beras impor sebanyak 1 juta ton ini akan didatangkan jika sewaktu-waktu stok beras dalam negeri berkurang.

“Saya sudah [tandatangani] MoU dengan India 1 juta [ton], sewaktu-waktu kita bisa beli. Tapi harga sudah diikat, sudah G to G antara pemerintah dengan pemerintah kita sudah pesan 1 juta,” kata Zulhas di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (15/6/2023).

Politisi PAN itu mengatakan, beras 1 juta ton yang dipesan tersebut di luar dari yang ditugaskan Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Perum Bulog sebanyak 2 juta ton pada tahun ini. 

“Iya, di luar [penugasan ke Bulog]. Ini baru MoU. Untuk harga tetap dan barangnya ada, tetapi belum kita beli tapi sudah ada MoU G to G jadi kita sudah punya [stok beras]. Tahun ini kalau darurat, kita bisa membeli, barangnya sudah ada,” ujarnya. 

Sebelumnya, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah dari luar negeri sebesar 2 juta ton hingga akhir Desember 2023.

BACA JUGA: Liga 1 Hadirkan Kejutan, Bakal Ada 6 Terobosan, Ini Rinciannya

Dalam surat penugasan tersebut, Bapanas meminta agar pengadaan impor sebanyak 500.000 ton pertama direalisasikan secepatnya. 

“Menindaklanjuti hasil rapat bersama Bapak Presiden tanggal 24 Maret 2023 dengan topik Ketersediaan Bahan Pokok dan Persiapan Arus Mudik Idul Fitri 1444 H, kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai akhir Desember 2023,” demikian surat bernomor B2/TU.03.03/K/3/2023 tertanggal 24 Maret 2023.

Surat itu juga menyebut bahwa tambahan pasokan beras ini dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP), bantuan beras kepada sekitar 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dan kebutuhan lainnya. (Sumber: Bisnis.com)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online