Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, Hujan Ringan hingga Udara Kabur Melanda Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Timnas Indonesia di SEA Games 2023./JIBI-PSSI
Harianjogja.com, SURABAYA—Pembangunan mental juara terhadap para individu di berbagai sektor kehidupan dapat menjadi modal bagi bangsa Indonesia untuk memajukan Tanah Air.
Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suryanto. "Dengan mental juara, bisa membawa Indonesia menjadi negara maju, adil, sejahtera, dan dapat berkompetisi di pasar global," kata Suryanto, Senin.
Ia mencontohkan salah satu bukti peran penting pembangunan mental juara dalam mencapai kemajuan atau kesuksesan itu adalah keberhasilan Timnas Indonesia U-22 meraih medali emas dalam cabang olahraga sepak bola SEA Games 2023.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahkan memuji terbentuknya mental juara yang dimiliki Timnas U-22 ketika bertanding di SEA Games 2023 itu.
Meskipun dapat diterapkan di berbagai sektor, menurut Suryanto, pembangunan mental juara itu pun harus disesuaikan dengan dinamika yang terjadi di sektor tersebut.
BACA JUGA: Eks Hotel Mutiara Mulai Direnovasi, Tahun Depan Ditargetkan Selesai
"Contohnya, untuk membangun mental juara di perusahaan BUMN akan berbeda dengan pengambilan keputusan atlet sepak bola. Pengambil keputusan di perusahaan BUMN harus melalui analisis yang mendalam, sedangkan di sepak bola harus dilakukan cepat karena dibatasi oleh waktu," tutur dia.
Lebih lanjut, dia menyampaikan dalam ilmu psikologi, mental juara terdiri atas dua bagian, yaitu psikologis dan sikap. Terkait dengan bagian sikap, Suryanto mengatakan mental juara yang dimiliki oleh seseorang dapat dilihat dari kedisiplinan yang tinggi dan integritas yang baik.
Sementara itu, manifestasi mental juara secara psikologis seseorang dapat dilihat dari kepercayaan diri, rendahnya tingkat kecemasan, kemampuan adaptasi terhadap situasi kompetisi, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan untuk membaca gerakan lawan.
Suryanto menambahkan mental juara seharusnya dapat pula dibangun dalam tubuh partai politik. Dengan demikian, kata dia, kader-kader partai politik yang akan menjadi pemimpin nasional lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Seharusnya, mental juara juga bisa diimplementasikan ke partai politik sehingga nantinya kader-kader partai politik yang akan menjadi pemimpin nasional lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.