Geely Catat 1.200 SPK di Gaikindo Jakarta Auto Week 2025
Geely Auto Indonesia raih 1.200 SPK di GJAW 2025, dipimpin model EX2, EX5, Starray EM-i, didukung test drive dan produksi lokal KD.
Karyawan beraktivitas disekitar logo PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Abdurachman
Harianjogja.com, JAKARTA – Meskipun mengalami kenaikan pendapatan sepanjang 2022, PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) masih mengalami tekanan pada posisi bottom line. Emiten konstruksi BUMN itu mencatat rugi bersih justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan, dikutip JIBI pada Minggu (9/4/2023), WSKT mencatatkan pendapatan Rp15,30 triliun pada 2022. Angka tersebut meningkat 25,18% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,22 triliun.
BACA JUGA: Resmi Dibuka, BUMN Sediakan Puluhan Ribu Kuota Mudik Gratis 2023
Pendapatan WSKT ditopang oleh jasa konstruksi sebesar Rp13,56 triliun atau melesat 33,47% dibanding 2021. Disusul oleh pendapatan jalan tol sebesar Rp916,56 miliar dan pendapatan sektor bisnis lainnya seperti properti maupun penjualan infrastruktur.
Seiring meningkatnya pendapatan, beban pokok pendapatan WSKT juga ikut melambung 34,16% menjadi Rp13,85 triliun. Alhasil, laba bruto perseroan terpangkas 23,65% menjadi Rp1,44 pada 2022.
Adapun, WSKT mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,89 triliun pada 2022, atau membengkak 73,3% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,09 triliun. Berdasarkan neraca, total aset WSKT juga menyusut 5,18% menjadi Rp98,23 triliun dibanding tahun 2021 yang senilai Rp103,60 triliun.
BACA JUGA: Parah! BUMN Kimia Farma Merugi hingga Rp170 Miliar di 2022
Sementara itu, liabilitas Waskita turun menjadi Rp83,98 triliun pada 2022, dibanding tahun sebelumnya Rp88,14 triliun. Ekuitas juga berkurang menjadi Rp14,24 triliun dibanding Rp15,46 pada 2021.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menahan kucuran Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp3 triliun kepada Waskita Karya.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban menjelaskan bahwa belum dikucurkan PMN kepada Waskita menyusul adanya default atau gagal bayar pinjaman dan bunga obligasi, serta kinerja penjualan yang tidak sesuai dengan target.
"Kami sampaikan ke komite privatisasi, menurut hemat kami, lebih baik yang Rp3 triliun kita hold. Kalau tidak itu bisa jadi bagian bundle restrukturisasi," ujar Rionald dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (28/3/2023).
Dia mengatakan bahwa suntikan PMN rencananya berlangsung pada akhir tahun lalu. Namun, dalam perjalanannya, kinerja penjualan WSKT mengalami penurunan sehingga langkah itu belum terealisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Geely Auto Indonesia raih 1.200 SPK di GJAW 2025, dipimpin model EX2, EX5, Starray EM-i, didukung test drive dan produksi lokal KD.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.