Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono menyatakan potensi perikanan di Indonesia sangat besar. Akan tetapi dari sisi produktivitas masih kalah dengan negara tetangga seperti Vietnam. Pasar ikan selama 2022 mencapai Rp2.400 triliun.
Ia mengatakan sektor pangan harus terus diperkuat karena sampai saat ini hanya mampu menyediakan stok selama 60 hari terutama untuk karbohidrat. Adapun protein dari ikan dan daging. Akan tetapi sayangnya untuk daging sampai saat ini masih impor, baik bibit maupun dagingnya.
BACA JUGA : Kulonprogo Gelontorkan Rp771 Juta untuk Sarpras Perikanan
Wahyu menilai Indonesia hanya memiliki kekuatan di perikanan dengan nilai pasar yang cukup fantastis setiap tahun. “Kita hanya punya kemampuan di ikan. Kebutuhan ikan kita setiap tahun terakhir 2022 itu sekitar 13 juta ton, dipenuhi laut 7 juta dan 6 juta ikan budidaya. Pasar ikan nilainya 160 miliar dolar AS [setara Rp2.400 triliun],” katanya dalam Raker Ditjen Perikanan Budidaya di Jogja yang disiarkan lewat Youtube, Senin (27/2/2203).
Wahyu menegaskan dengan tingginya potensi perikanan tersebut harus ditangkap dengan baik terutama untuk perikanan budidaya. Ia melihat perikanan budidaya yang saat ini berjalan masih dalam skala kecil, sangat berbeda dengan negara tetangga seperti Vietnam yang sudah merajai ekspor ke berbagai negara. Bahkan pakan untuk perikanan budidaya tercatat 90% masih mengimpor.
“Di Jogja paling kuat di budidaya Lele, ada yang sampai 40 ton, 50 ton, tetapi segitu saja. Vietnam itu baru merdeka, tetapi merajai ekspor Patin lebih hebat dari kita, mereka ekspor kemana-mana. Bagaimana kita bersama-sama mendorong perikanan budidaya ini ke depan,” ujarnya.
BACA JUGA : Bukan cuma soal Modal, Hal Ini Juga Jadi Biang Meruginya
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Etty Kumolowati menilai gemar makan ikan perlu terus ditingkatkan tak terkecuali di DIY. Mengingat saat ini konsumsi ikan di DIY tergolong rendah. Padahal dengan mengonsumsi ikan akan mendapatkan keuntungan tersendiri bagi konsumennya.
“Gemar makan ikan di DIY masih menjadi masalah karena konsumsi ikan di DIY masih rendah. Bahwa dengan budaya makan ikan kalau kita rupiahkan akan sangat banyak keuntungan yang kita dapatkan,” ujarnya.
Etty menegaskan berbagai program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sejalan dengan upaya Pemda DIY dalam mengembangan sektor selatan. Sesuai dengan visi misi Gubernur DIY bahwa kelautan akan terus dikembangkan melalui berbagai program dan pengembangan fasilitas.
“Kami mendorong pengembangan kegiatan kelautan dengan infrastruktur dan fasilitas. Perlu ada dukungan masyarakat DIY khususnya memanfaatan potensi kelautan yang ada di DIY serta memiliki rasa handarbaeni bagi masyarakat DIY terhadap sumber daya kelautan dan perikanan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.