Kunjungan Wisata ke Jogja Harus Membawa Manfaat bagi Warga Sekitar
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Tangkapan layar Talkshow “Sinergi Ekspedisi dan UMKM Sukseskan Magelang Keren” di Taman Kyai Langgeng Magelang, Rabu (15/2/2023). - Harian Jogja
Harianjogja.com, MAGELANG—Keberadaan pelaku usaha di Kota Magelang semakin berkembang dengan adanya program unggulan Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Center). Para stakeholders, salah satunya layanan ekspedisi, turut bersinergi mensukseskan program tersebut.
Pada 2022, Pemkot Magelang mencatat ada 10.585 pelaku usaha di Kota Magelang. Wakil Wali Kota Magelang, M. Mansyur mengapresiasi banyaknya pelaku UMKM di wilayahnya yang bisa menangkap potensi lokal untuk dikembangkan menjadi usaha.
“Bahkan saat pandemi Covid-19, pelaku UMKM tidak tergoyahkan. Tahun 2022 omzet yang didapat UMKM sekitar Rp1,2 triliun,” tuturnya dalam Talkshow “Sinergi Ekspedisi dan UMKM Sukseskan Magelang Keren” pada Rabu (15/2/2023).
Keberhasilan itu disebutnya tak lepas dari dukungan jasa layanan ekspedisi. Mansyur berharap kolaborasi antara layanan ekspedisi dan UMKM di Kota Magelang terus bersinergi untuk memperluas jangkauan produk UMKM Kota Magelang ke seluruh Indonesia maupun mancanegara.
Talkshow yang berlangsung di Joglo Animal Raiding, Taman Kyai Langgeng Kota Magelang tersebut diselenggarakan Harian Jogja bekerjasama dengan JNE Express dan Pemkot Magelang. Kegiatan tersebut juga dihadiri puluhan pelaku UMKM di Kota Magelang.
Mansyur mengapresiasi dukungan dari JNE Express untuk UMKM Magelang. Ia juga memberi semangat kepada para pelaku usaha agar senantiasa bekerja keras dan berdoa. “Sekarang produk UMKM sudah lebih diminat. UMKM harus jadi PPO, pusat perhatian orang,” kata dia.
Kepala Cabang JNE Magelang, Bambang Kristiady sepakat jika produk UMKM harus bisa jadi pusat perhatian orang. Apalagi, di era digital ini peluang bagi UMKM bisa jauh lebih berkembang. Kekuatan media sosial bisa menjadi salah satu upaya pemasaran produk sehingga bisa dikenal ke seluruh Indonesia.
“Kami di jasa ekspedisi bisa membantu mengantarkan produk UMKM daerah untuk didistribusikan ke kancah nasional maupun mancanegara. Kami yakin UMKM di Magelang sudah menggunakan media sosial karena sudah menjadi marketing tools UMKM,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa hampir semua produk UMKM bisa dikirim JNE Express, asalkan tidak termasuk barang dengan kategori mudah terbakar, mudah meledak, dan barang berbahaya. Jasa ekspedisi ini telah menyiapkan syarat pengiriman barang yang bisa diikuti pelaku usaha.
“Di Magelang ini kami punya pelanggan terkait pengiriman tanaman, wujudnya dari bibit sampai tanaman yang tinggi, semua bisa kami layani, kami uruskan karantinanya,” imbuhnya.
Tak hanya layanan pengiriman, Bambang juga memastikan JNE Express mendukung upaya digitalisasi supaya pelaku usaha bisa semakin sukses. Salah satunya dengan program ‘JNE Ngajak Online’ yang digelar di seluruh cabang di Indonesia bekerjasama dengan pemerintah daerah. Program ini gratis bagi pelaku UMKM dan mereka bisa mendapatkan ilmu tentang digitalisasi dari narasumber praktisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.