PLTS 30 GW Segera Dilelang, Ini Tantangan Investornya
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
Kereta Panoramic / PT KAI
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI yang berinovasi melalui layanan Kereta Panoramic. Layanan tersebut juga dinilai dapat diperluas mengingat minat masyarakat yang tinggi.
Hal tersebut diungkapkan Budi Karya saat menjajal KA Panoramic pada Sabtu (28/1/2023). Menurut Budi Karya, layanan ini memberikan sensasi yang berbeda karena pelanggan dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan.
Dia juga mengatakan beberapa negara lain telah memiliki layanan sejenis Kereta Panoramic, yakni AS, Jepang, dan Swiss.
“Saat ini kita sudah punya kereta panoramic seperti yang ada di luar negeri. Jadi tidak usah jauh-jauh ke Swiss. Ini suatu inovasi yang baik dari PT KAI,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (28/1/2023).
Budi Karya mengungkapkan setelah diluncurkan pada Desember 2022 lalu, Kereta Api Panoramic mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat pengguna jasa kereta api. Menurutnya, layanan ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“Saya kira jumlah kereta dan rutenya bisa ditambah kedepannya karena minat masyarakat yang tinggi terhadap kereta ini,” katanya.
BACA JUGA: Dukung Revisi UU Desa, PDIP Usul Jabatan Kades 18 Tahun
Kereta Panoramic diuji coba pada 24 Desember 2022, yang dirangkaikan pada perjalanan KA Taksaka Tambahan (Gambir-Yogyakarta pp). Selain memiliki jendela yang lebih besar, kereta ini juga memiliki sejumlah fasilitas lainnya seperti: kursi yang nyaman, toilet yang luas dan terdapat sensor otomatis, televisi, rak bagasi khusus, makanan, minuman, snack, dan selimut.
Dari masa percobaan operasi tersebut, PT KAI mendapat sejumlah masukan dari pelanggan terkait langkah peningkatan layanan KA tersebut sehingga akhirnya diberhentikan sementara pengoperasiannya.
Salah satu masukan dari pengguna yaitu pengurangan jumlah kursi penumpang di setiap gerbongnya dari sebelumnya 46 tempat duduk menjadi 38 tempat duduk. Hal ini agar seluruh penumpang bisa memiliki pengalaman sama dalam menikmati perjalanan
Sementara itu, untuk memastikan aspek keselamatan dari Kereta Panoramic, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian (DJKA) telah melakukan serangkaian pengujian baik statis maupun dinamis.
Pengujian yang dilakukan diantaranya yaitu pengujian dimensi, ruang batas sarana, berat, pengereman, keretakan, pembebanan, sirkulasi udara, temperatur, kebisingan, intensitas cahaya dan kebocoran. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, dua unit Kereta Panoramic telah dinyatakan lulus pengujian.
Berdasarkan keterangan PT KAI, Kereta Panoramic direncanakan akan dioperasikan kembali pada akhir pekan di bulan Februari 2023. Kereta ini akan dirangkaikan pada KA Penumpang Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp) dan Argo Wilis (Bandung - Surabaya Gubeng pp).
Untuk tarif Argo Parahyangan Panoramic yaitu Rp350.000 dan Argo Wilis Panoramic Rp1.120.000, dengan kapasitas kereta sebanyak 38 tempat duduk. Pelanggan yang berminat dapat melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi KAI Access, web KAI, dan seluruh channel penjualan resmi tiket KAI lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.