QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Poster pengumuman Rekrutmen Bersama BUMN 2022/Instagram @kementerianBUMN
Harianjogja.com, JOGJA—BUMN kembali menjadi perbincangan publik di media sosial Twitter pada Sabtu (21/1/2023) lalu. Netizen menuding penyelenggaraan rekrutmen BUMN hanya sekadar formalitas karena hasil tes dinilai tak masuk akal.
Para peserta berbondong-bondong mempertanyakan hasil tes Bahasa Inggris yang disebut settingan. Bagaimana tidak, nilai minumum untuk tes Bahasa Inggris yakni 450. Salah satu peserta yang mendapat skor hingga 517 dinyatakan tidak lolos tes.
Peserta tersebut mendaftar di perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk posisi Finance. Namun ia gagal masuk karena lowongan sudah terisi.
BACA JUGA : Magang di BUMN, Berapa Uang Sakunya?
"Anda Belum Dapat Melanjutkan Seleksi Rekrutmen Bersama Tahun 2022 Batch 2 karena kuota lowongan di posisi yang Anda pilih sudah terpenuhi," tulis keterangan hasil.
Anehnya, peserta lain yang mendaftar di posisi yang sama dengan perusahaan yang sama justru lolos seleksi. Padahal ia hanya mendapat nilai 502.
Netizen lain kemudian ramai-ramai mengunggah hasil skor tes Bahasa Inggris mereka. Ada netizen yang nilainya mencapai 600 namun gagal.
"Adek saya juga ga lolos pt kai nilai toefl dia 595 no joki dan dia lurus lurus aja ngerjainnya. Tapi dia juga ga lolos. Saya cuma nunggu transparansi aja, masa iya adek saya dikata ngejoki," tulis seorang netizen.
FHCI BUMN kemudian menjelaskan penilaian dalam rekrutmen ini dilakukan secara langsung oleh FHCI dan BUMN. Sehingga hasil yang didapatkan tergantung kebijakan FHCI dan BUMN. Maraknya kasus perjokian dalam rekrutmen ini diduga menjadi penyebab peserta dengan nilai tinggi tidak diloloskan.
BACA JUGA : Ini Cara dan Syarat Daftar Magang BUMN 2023
"Penilaian dan penjurian merupakan kewenangan dari FHCI dan BUMN, hasil penjurian tidak dapat diganggu gugat," tulis keterangan resmi FHCI kepada salah satu peserta.
Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, pihak FHCI mengklarifikasi peserta yang tidak lolos mungkin karena tidak mendapat kuota. Pasalnya setiap loker yang ada di masing-masing BUMN memiliki kuota yang berbeda-beda. Hal ini juga mempengaruhi hasil.
Untuk diketahui juga, kelolosan peserta ke tahap selanjutnya dalam tes Bahasa Inggris ini murni dari skor yang didapat. Sehingga tidak ada hasil kelolosan yang didapat dari penggabungan nilai TKD dengan Tes Bahasa Inggris.
Meskipun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak BUMN mengapa peserta dengan skor lebih tinggi tidak lolos ke tahap selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.