Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir dalam jumpa pers \"Asian Games 2018 Majukan Produk dalam Negeri\", di Lobby Media Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (30/5/2018). /Suara.com- Arif Apriadi
PADANG—Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan salah satu syarat mutlak meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat adalah dengan gencar membangun infrastrukturnya. Oleh karena itu, BUMN serius menuntaskan pembangunan salah satu sarana transportasi yang krusial di Sumatera Barat yaitu Fly Over Sitinjau Lauik.
“InsyaAllah mulai beroperasi pada akhir 2025 untuk mendorong pengembangan pariwisata dan konektivitas di Sumatera Barat,” ujar Erick..
Proyek Sitinjau Lauik dilaksanakan dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). KPBU ini dilaksanakan oleh salah satu BUMN, yaitu Hutama Karya (HK). HK mengembangkan proyek tersebut untuk mengurai persoalan lalu lintas antara Padang - Solok, Sumatera Barat (Sumbar).
Erick mengungkapkan hal tersebut saat melakukan kunjungan di lokasi rencana pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, kemarin.
“Meninjau rencana pembangunan fly over Sitinjau Lauik sepanjang 10,5 kilometer dengan nilai investasi Rp 4,8 triliun. Ini akan dibangun Hutama Karya dengan skema KPBU bersama Kemenpupr [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat],” ungkap Erick.
Erick mengatakan kelengkapan infrastruktur akan memberikan manfaat luas pada percepatan pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Salah satu manfaat yang pasti akan diperoleh adalah peningkatan di sektor pariwisata.
Dia menambahkan, Provinsi Sumatera Barat sudah saatnya dan pantas untuk menjadikan pariwisata sebagai tujuan utama. Pemikiran tentang pengembangan ekonomi sangat pantas dilakukan di Sumatera Barat karena daerah ini memiliki akar sejarah kuat, karena banyak tokoh pejuang kemerdekaan RI berasal dari Ranah Minang ini, salah satunya adalah Wakil Presiden RI Pertama Mohammad Hatta.
“Sumbar tidak pernah dipikirkan menjadi nomor dua. Banyak tokoh dari Sumbar yang memperjuangkan Kemerdekaan RI. Wakil Presiden kita Pak Moh Hatta kan dari Sumbar. Bagaimana bisa menyeimbangkan perekonomian. Beliau Tokoh Koperasi, saya sangat mengidolakan beliau dan saya banyak belajar filosofi dari beliau,” ujar Erick.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.