Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Rp7.000 per Gram Hari Ini
Harga emas Antam di Pegadaian turun pada Rabu 2 September 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2,704 juta dengan buyback Rp2,428 juta.
Presiden Rusia Vlamidir Putin/Dok. Kremlin
Harianjogja.com, JAKARTA—Surat elektronik atau email yang dibocorkan whistleblower di Layanan Keamanan Federal (FSB) Rusia mengungkapkan pemerintah telah membahas potensi penggunaan senjata nuklir oleh Vladimir Putin dalam perang di Ukraina.
Dilansir dari Newsweek pada Selasa (28/11/2022), email tertanggal 17 Maret, 21 Maret, dan 12 April tersebut dibocorkan oleh agen FSB yang dijuluki Wind of Change kepada Vladimir Osechkin, seorang aktivis hak asasi manusia Rusia yang menjalankan situs anti korupsi Gulagu.net.
Sejak 4 Maret, sumber dari FSB tersebut telah mengirim bocoran email secara reguler ke Osechkin. Email tersebut mengungkapkan kemarahan dan ketidakpuasan di dalam FSB atas perang yang dimulai ketika Putin menginvasi Ukraina pada 24 Februari.
Dalam surat terbaru pada November, whistleblower tersebut juga mengungkapkan perang saudara di antara Sekutu terdekat Putin.
Direktur eksekutif Wind of Change Research Group Igor Sushko menerjemahkan korespondensi dari bahasa Rusia ke bahasa Inggris. Dia membagikan semua email secara penuh kepada Newsweek.
Surat-surat itu diterbitkan beberapa bulan sebelum Putin mengancam bahwa Rusia siap menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan integritas teritorialnya.
Pada 6 Oktober, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada 6 Oktober bahwa risiko Perang nuklir akhir zaman atau “Armageddon berada pada level tertinggi sejak Krisis Rudal Kuba 1962, ketika banyak yang khawatir perang nuklir akan segera terjadi.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa Washington dan Moskow telah mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk mengurangi retorika seputar potensi penggunaan senjata nuklir Rusia dan pembicaraan tentang serangan nuklir kurang terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam email 17 Maret, yang ditulis hanya beberapa minggu setelah perang dimulai, sumber tersebut mengatakan bahwa meskipun konflik dengan negara tetangga Ukraina berada di luar logika dan akal sehat, mereka berharap bahwa "kebodohan tidak akan dilakukan", yang mengacu pada penggunaan senjata nuklir.
Wind of Change menyatakan keraguannya bahwa Putin akan menggunakan senjata nuklir karena Rusia juga akan terkena dampaknya.
“Serangan nuklir besar-besaran, bahkan jika kita berasumsi bahwa secara teknis memungkinkan, bahwa semua mata rantai mengikuti semua perintah. Saya tidak yakin akan terjadi lagi, itu tetap tidak masuk akal. Serangan seperti itu akan merugikan semua orang," tulis mereka.
Dalam yang dikirim email beberapa hari setelahnya, sumber FSB mengatakan bahwa penggunaan senjata nuklir taktis terhadap Ukraina akan berarti kekalahan Rusia di mata musuh dan negara lain yang netral.
"Argumen yang begitu kuat untuk konflik lokal akan menunjukkan kelemahan militer, yang bahkan tidak dapat ditimpa oleh keberhasilan militer," tulis Wind of Change.
Mereka menambahkan bahwa Putin dapat mengancam penggunaan nuklir untuk mengintimidasi Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Harga emas Antam di Pegadaian turun pada Rabu 2 September 2026. Harga emas 1 gram kini Rp2,704 juta dengan buyback Rp2,428 juta.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.